Fashion & Beauty

Kenali Tanda Anda Kecanduan Belanja Online

By  | 

Selain praktis dan mudah dalam melakukannya, barang yang ditawarkan oleh para pebisnis online cenderung lebih murah. Tak ayal, belanja online jadi “hiburan” tersendiri bagi banyak orang. Bagaimanapun, segala hal yang berlebihan tetap tidak baik, bukan?

Pada dasarnya, bisnis online ada dan berkembang karena meningkatnya ketertarikan dan minat masyarakat akan penggunaan platform media sosial. Kemudian, peluang ini dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan rangkaian kegiatan, termasuk berbelanja.

Praktis, mudah, bisa dilakukan sambil menunggu macet, menonton tv, makan, hingga melakukan hal-hal lainnya, seperti memindahkan satu isi mall ke hadapan dan dalam genggaman Anda. Tidak repot menenteng barang, tidak lelah berkeliling, bahkan “window shopping” bisa dilakukan kapan pun dan jadi hiburan tersendiri. Siapa tidak tergiur?

Waspada Kecanduan Belanja Online

Womanation, melakukan belanja online untuk membuat hidup Anda jadi lebih mudah, itu biasa. Hal yang luar biasa dan perlu diwaspadai adalah ketika Anda mulai kecanduan melakukan belanja online.

Seperti kecanduan internet atau game online, kegemaran melakukan belanja online bisa berubah jadi perilaku candu. Dalam istilah psikologi, kecanduan belanja disebut dengan pathological buying, compulsive buying, buying addiction, atau oniomania. Sebuah jurnal Plus One meneliti hubungan paralel belanja online dengan kecanduan dan menemukan tiga faktor yang membuat seseorang mudah mengalami kecanduan belanja online.

1. Senang berbelanja tanpa diketahui orang lain dan menolak interaksi langsung. Orang yang tidak suka bertransaksi di mall biasanya lebih senang berbelanja online.
2. Tergiur dengan berbagai jenis barang sehingga berbelanja online jadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Terlebih, toko online tidak memiliki kata “tutup” sehingga membuat orang lebih “intens” untuk berbelanja.
3. Senang dengan potongan harga, paket promo, tawaran one but get one, atau sejenisnya. Bukan sekadar menyukai setiap barang menarik yang ditawarkan, orang yang kecanduan belanja online selalu merasa penting untuk berbelanja dan tidak memiliki kendali untuk melakukannya, bahkan saat tidak memiliki uang. Wah!

Apakah Anda Mengenali Tanda Ini?

1. Saya mengalami kesulitan untuk berhenti berbelanja online sekalipun sudah mencobanya.
2. Hubungan, pekerjaan, dan kondisi keuangan saya terganggu akibat belanja online.
3. Pasangan, keluarga, dan teman-teman memperhatikan dan sering menasihati perihal
belanja online yang sering saya lakukan. Namun, kami jadi sering berdebat karenanya.
4. Saya tidak bisa berhenti berpikir untuk belanja online lagi dan lagi.
5. Saya merasa gelisah dan sedih saat tidak bisa berbelanja online.
6. Belanja online jadi satu-satunya hal yang membuat saya nyaman dan terasa menenangkan.
7. Saya menyembunyikan barang yang sudah dibeli karena khawatir orang menganggap saya telah membuang-buang uang.
8. Saya sering merasa bersalah setelah berbelanja online.
9. Saya sering tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lain karena memprioritaskan belanja online.
10. Saya sering membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan sekalipun tidak mampu secara finansial.

Bagaimana Mengatasinya?

Jika Anda mengalami satu atau lebih tanda kecanduan belanja online, coba lakukan beberapa hal sederhana berikut yang bisa membantu Anda untuk menghentikannya.

1. Kendalikan hasrat Anda. Cara ini mungkin yang tersulit, tetapi cobalah mengendalikan keinginan Anda untuk berbelanja online dengan mengalihkan fokus Anda pada hal lain. Selain itu, coba kurangi frekuensi Anda membuka media sosial.
2. Beralih ke toko offline. Coba cari barang yang Anda butuhkan di toko offline. Nikmati keseruan berbelanja langsung dengan barang di hadapan mata dan interaksi sosial yang timbul karenanya.
3. Say no to credit card. Sama sekali jauhkan penggunaan kartu kredit, apalagi jika pada akhirnya membuat Anda kalap berbelanja sehingga tagihan membengkak dan lebih besar dari pendapatan.
4. Pertimbangkan kebutuhan. Sebelum memutuskan untuk membeli, pertimbangkan apakah Anda membutuhkan barang tersebut atau tidak. Jangan sampai barang yang Anda beli pada akhirnya hanya “diam” tidak terpakai dan jadi sia-sia.

Womanation, jika hal di atas tidak juga membantu Anda, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada ahlinya, yaitu psikolog, ya! Tetap, faktor utama yang menentukan Anda berhasil atau tidak menghentikan kecanduan belanja online adalah diri Anda.

 

Editor: Andiana Moedasir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *