Health & Wellness

Mana yang Lebih Sehat: Daging Kambing vs Daging Sapi?

By  | 

Masyarakat kita sudah terlanjur mengambinghitamkan daging kambing sebagai penyebab gangguan kesehatan seperti kolesterol dan darah tinggi. Karenanya, lebih banyak yang memilih daging sapi sebagai sumber nutrisi hewani yang berasal dari jenis daging merah. Benarkah daging sapi lebih baik dari daging kambing? Atau justru sebaliknya?

Daging merah seperti daging sapi dan kambing merupakan asupan yang kaya akan mineral, seperti zink, fosfor, vitamin B, vitamin B12, protein, dan zat besi. Dalam 100 gram daging sapi, terdapat 217 kalori, 26,1 gram protein, dan 4,2 gram lemak. Sementara, dalam 100 gram daging kambing, terdapat 258 kalori, 25,6 gram protein, dan 8,8 gram lemak.

Mana yang Lebih Baik?

Seperti dikatakan, daging kambing dan sapi memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi. Namun, daging kambing memiliki kandungan lemak yang lebih banyak dari daging sapi, walaupun lemak tersebut ternyata mengandung omega 3 yang baik bagi kesehatan jantung kita. Selain itu, jumlah kandungan protein pada daging sapi biasanya berkurang selama pemasakan. Dalam hal ini, daging kambing memiliki kandungan protein yang lebih baik. Selain itu, daging sapi ternyata lebih sulit untuk dicerna oleh tubuh, dibandingkan daging kambing.

Cara Terbaik Mengolah Daging Kambing dan Sapi

Mengolah daging merah, apalagi daging kambing, bisa menjadi tantangan tersendiri, selain memakan waktu yang tidak sebentar. Sebelum menjadikannya hidangan lezat, pastikan Anda melakukan beberapa hal berikut agar nutrisi dalam olahan daging Anda tidak hilang begitu saja.

1. Seringnya kita merasa daging kotor dan tidak sabar untuk mencucinya. Powerful Woman, hindari mencuci daging! Gunakan kertas penyerap (paper napkin) untuk mengurangi cairan berlebih pada daging.
2. Untuk daging kambing, Anda bisa terlebih dahulu melumurinya dengan parutan nanas atau asam jawa untuk mengurangi aroma khasnya yang menyengat.
3. Pada dasarnya, setiap protein hewani memiliki rasa yang khas walaupun diolah tanpa garam. Karenanya, minimalisasilah penggunaan garam dalam mengolah daging merah.
4. Jika ingin mengolah daging merah dengan cara memanggangnya, Anda bisa menggunakan wajan tanpa minyak dibandingkan langsung di atas api. Banyaknya bagian yang gosong pada permukaan daging bisa menjadi pemicu kanker.
5. Sop daging yang kaya rempah bisa jadi solusi Anda untuk mengatasi deman atau gejala flu. Ingat, hindari penggunaan bumbu penyedap, apalagi secara berlebihan!
6. Alternatif lain yang ternyata lebih sehat dalam mengolah daging merah adalah dengan menumisnya. Tambahkan beberapa jenis sayuran, seperti buncis dan wortel, sebagai pelengkap.

Powerful Woman, hal baik lainnya dari mengonsumsi daging merah, baik sapi maupun kambing, adalah dengan tidak berlebihan. Atur porsi dan konsumsi secukupnya. Anda bisa membagi daging dalam beberapa bagian. Jika belum ingin mengolahnya, simpan dalam plastik bening dan masukkan dalam freezer. Daging harus dalam keadaan beku agar bisa bertahan lama, bahkan hingga satu tahun.

Saat ingin mengolahnya, Anda bisa meletakkannya dalam suhu ruangan hingga teksturnya tidak beku, alih-alih merebus atau menghangatkannya dalam air panas. Nah, selamat menikmati daging Anda dengan cara yang sehat, ya!

 

Editor: Andiana Moedasir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *