4 Alasan Penting Mengapa Malnutrisi Bisa Membahayakan Kehamilan

Facebook
Instagram
70F2D1A4-7AC7-463C-BC03-0E9441001BDA

Bulan September ini, dunia memperingati Global Malnutrition Awareness Week. Nah, Anda tahu tidak? ternyata malnutrisi itu bisa berpengaruh terhadap kehamilan lho.

USAID Jalin sebagai program dari USAID yang bertujuan untuk membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir, memberikan 4 alasan penting kenapa pada masa kehamilan, ibu hamil perlu mengonsumsi gizi yang cukup dan berimbang:

1. Ternyata, malnutrisi pada Ibu hamil bisa berisiko pada kematian.

Malnutrisi tidak sama dengan kelaparan. Malnutrisi adalah kondisi yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berimbang. Bisa saja orang berbadan tambun namun tidak sehat karena tubuhnya kurang mendapat asupan gizi yang seimbang. 

Pada ibu hamil, malnutrisi terjadi ketika ibu tidak mengonsumsi kalori atau asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kehamilannya. Gizi yang harus dipenuhi ibu hamil bukan hanya gizi makro yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, namun juga kecukupan akan gizi mikro seperti zat besi, zinc, vitamin khususnya B12 dan yodium. Zat besi amat penting bagi Ibu hamil. Jika Ibu hamil kekurangan zat besi, makai ia bisa menderita anemia yang bisa menyebabkan pendarahan yang bisa berujung pada kematian. 

Faktanya, berdasarkan data dari UNICEF di tahun 2010 ada 81% ibu hamil di Indonesia yang menerima tablet penambah darah, dan hanya 18% yang mengonsumsinya selama 90 hari seperti yang dianjurkan.

2. Ternyata, malnutrisi pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat rendah

Ibu yang tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berimbang selama masa kehamilannya berisiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu kurang dari 2500 gram.

Menurut Riskesdas 2010 di Indonesia, prevalensi BBLR diperkirakan mencapai 2,013 dari 18.948 bayi (11.1%). Pada kenyataan, BBLR sangat mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan. 

Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi berkembang kurang sempurna, sehingga tidak berfungsi dengan baik dan bisa menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, dan membuat bayi berpotensi mengalami gangguan mental maupun fisik dalam pertumbuhannya. Bahkan, BBLR ternyata juga menjadi salah satu penyebab tidak langsung kematian neonatal.

3. Ternyata, malnutrisi pada ibu hamil bisa terjadi karena gaya hidup.

Malnutrisi pada ibu hamil tidak hanya disebabkan oleh faktor makanan yang tidak mencukupi asupan gizi yang dibutuhkan. Tetapi beberapa kasus menunjukkan jika gaya hidup yang kurang higienis atau penggunaan air yang tidak bersih dapat mengakibatkan beberapa penyakit seperti diare yang terus menerus dan muntah dapat menyebabkan hilangnya nutrisi vital pada ibu hamil.

4. Ternyata, 1000 adalah angka istimewa bagi ibu hamil dan bayinya.

Mengapa? Karena 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak masa kehamilan, pasca-persalinan hingga sang anak berusia 2 tahun adalah saat yang paling penting dan menentukan bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. 

Nutrisi yang diasup pada masa tersebut berpengaruh besar terhadap kesehatan secara umum, juga terhadap memori, konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, kecerdasan dan kondisi emosi seorang anak di kemudian hari. Jika ibu hamil lalai dan mengalami malnutrisi pada masa tersebut, maka hilang juga kesempatan sang bayi untuk dapat bertumbuh kembang dengan baik di kemudian hari.

Setiap 1 jam ada 2 ibu dan 8 bayi baru lahir meninggal di Indonesia. Negara Indonesia adalah salah satu negara di ASEAN dengan angka kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi. Dan malnutrisi adalah salah satu penyebabnya. Karena itu, untuk para ibu yang sedang hamil, mari mulai memperhatikan asupan gizi untuk diri dan bayinya.

Posted in ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial