4 Kalimat yang Sebaiknya Jangan Diucapkan pada Working Moms

Facebook
Instagram
CC074D82-8490-49B0-9EA6-4AAB9E9B4023

Menjadi ibu adalah pekerjaan yang tidak mudah. Baik ibu rumah tangga atau ibu bekerja sama-sama punya tantangan.

Menjadi ibu bekerja pun bukan pilihan yang mudah. Di satu sisi, kita ingin tinggal di rumah dan mengurus sendiri anaknya. Tapi, di sisi lain, ada kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan bekerja.

Sayangnya, masih saja ada orang yang memandang sebelah mata para working moms.

Tidak jarang mereka ikut berkomentar negatif tentang keputusan para ibu yang memilih untuk bekerja setelah memiliki anak.

Berikut ini beberapa kalimat yang tidak pantas dilontarkan kepada working moms. Jangan katakan kalimat-kalimat ini kepada para working moms, ya!

“Saya nggak mengerti kenapa kamu tetap bekerja. Saya sih lebih baik di rumah bersama anak-anak saya. Kita nggak bisa mengulang waktu, lho.”

Bekerja atau tidak merupakan pilihan. Setiap pilihan punya konsekuensinya masing-masing, setiap pilihan juga tentu harus dihargai.

Kata-kata seperti ini hanya menambahkan garam pada luka. Para ibu yang memilih untuk bekerja punya alasan tersendiri mengapa mereka memilih bekerja.

Memilih untuk bekerja bukan masalah tega atau tidak tega meninggalkan anak. Memilih untuk bekerja bisa jadi satu-satunya cara untuk menghidupi Si Kecil.

Jadi, jangan katakan hal ini kepada working moms. Kita tidak tahu apa yang melatarbelakangi mereka untuk bekerja.

“Kamu nggak pernah tahu betapa beratnya menjadi ibu rumah tangga. Di kantor, kamu dapat istirahat makan siang, kehidupan sosial, ke toilet dengan tenang.

Sedangkan saya harus sibuk menjalankan berbagai tugas, seperti menyiapkan makanan, mencuci pakaian, menghadiri berbagai pertemuan. Kamu nggak akan pernah bisa membayangkan betapa sibuknya saya.”

Siapa bilang jadi ibu bekerja itu mudah? Ada kalanya pekerjaan bertumpuk dan harus segera diselesaikan.

Jangankan untuk makan siang, untuk ke toilet pun sepertinya harus ditunda demi menyelesaikan pekerjaan dan bisa pulang tepat waktu untuk menjemput Si Kecil di daycare.

Ibu yang memilih untuk bekerja juga tetap harus melakukan pekerjaan rumah, seperti memandikan anak, membuat dan memberi makan anak, menyiapkan kebutuhan mereka di daycare, menyiapkan kebutuhan suami, belum lagi tanggung jawab pada pekerjaan di kantor.

“Enak ya jadi ibu bekerja, bisa menitipkan anak ke daycare. Saya sih capek sekali setiap hari membersihkan rumah karena anak-anak yang berantakan.”

Siapa yang tahu bahwa working moms juga harus bekerja keras membereskan rumah yang berantakan oleh Si Kecil?

Sedikit waktu yang mereka miliki pasti digunakan sebaik mungkin untuk berinteraksi dan bermain bersama, sehingga mereka sangat terbantu dengan menitipkan anak di daycare.

Saat working moms bermain bersama anak di waktu luangnya, Si Kecil juga pasti membuat rumah berantakan, kok.

Jadi pekerjaan membersihkan rumah tuh sama saja bagi ibu rumah tangga maupun ibu bekerja.

“Saya merasa kasihan sama kamu yang kehilangan begitu banyak waktu bersama dengan anak-anak.”

Sindiran seperti ini juga sering sekali dilontarkan kepada para working moms.

Secara tutur kata memang halus, tapi maknanya sangat mendalam dan bisa membuat working moms sakit hati, lho.

Mengatakan “kasihan” itu sama saja dengan menyalahkan working moms karena mereka lebih memilih untuk bekerja ketimbang mendedikasikan waktu mereka untuk anak-anak.

Itulah beberapa kalimat tajam yang kerap membuat para working moms sedih.

Jadi, please, jangan katakan hal ini kepada para working moms. Cukup beri mereka semangat ya!

(AND)

Artikel asli : https://www.orami.co.id/magazine/jangan-ucapkan-4-kalimat-ini-pada-working-moms/

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial