Alergi Anak, Bagaimana Cara Mengenali dan Mengatasi?

Facebook
Instagram
no-image

Alergi anak bukanlah hal asing bagi orangtua. Minimal, setiap orangtua mengetahui tentang alergi yang bisa terjadi pada anak-anak, tetapi mereka tak begitu memerhatikannya, hingga akhirnya anak mereka sendiri yang ternyata memiliki bakat alergi.

Sedih sekali saat mengetahui si kecil berpotensi alergi karena sebagai orangtua, ada beberapa orang yang menyimpan “bakat” itu. Harapan bisa mengenalkan aneka jenis makanan dan minuman kepada anak-anak agar lidahnya terbiasa dengan variasi rasa seperti pupus begitu saja.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat peningkatan angka alergi pada anak dalam dua dekade terakhir, termasuk di Indonesia. Alergi dipicu banyak hal, di antaranya faktor genetik, polusi, dan kelahiran secara caesar. Secara genetis, anak dengan orang tua yang tidak memiliki riwayat alergi masih dapat berisiko mengalami alergi sebesar 5%‒15%. Namun anak-anak dengan salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi berisiko 20%‒60% mengalami alergi.

Kenali Alergi Anak

Apa itu alergi? Reaksi imunitas tubuh yang berlebihan atau abnormal terhadap suatu zat. Imunitas seharusnya bekerja untuk melindungi tubuh dari bahaya seperti virus, bakteri, atau jamur. Namun pada individu yang alergi, tubuh memberi respon berlebihan terhadap zat yang tidak berbahaya, seperti protein ikan, susu sapi, debu, dan cuaca. Faktor utama alergi adalah genetis. Anak dari orang tua dengan riwayat alergi memiliki risiko lebih besar untuk mengalami alergi.

Ada dua faktor pemicu alergi atau alergen, yaitu pemicu hirupan dan makanan. Gejalanya juga dapat bersifat ringan seperti kemerahan, gatal, dan eksim pada kulit, hingga berat seperti mengi pada saluran napas, kolik, diare berdarah, dan konstipasi. Namun, gejala yang paling bahaya adalah gagal tumbuh dan penyempitan saluran napas (anaphylaxis).

Kendalikan & Konsultasikan Alergi Anak

Cara paling tepat menanggulangi alergi anak adalah dengan mengontrol dan mencegah reaksi alergi. Orangtua harus tanggap terhadap alergi. Kenali risiko dan gejalanya. Konsultasikan ke dokter agar anak ditangani secara tepat sehingga penyebab alergi dapat dikendalikan dengan nutrisi tepat agar anak bisa tetap tumbuh optimal.

Selain itu, edukasi anak dengan mengajarkannya tentang makanan yang boleh atau tidak boleh ia makan dengan cara menyenangkan, membuatkan bekal menarik, dan jangan ragu informasikan kondisi anak pada guru atau orangtua temannya.

 

Editor: Andiana Moedasir

 

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial