Aries Susanti Rahayu, Spiderwoman Terbaik di Asian Games 2018

Facebook
Instagram
BB44B39B-C28F-4CA1-A96D-FBDC76AC0E37

Beberapa waktu lalu, publik Indonesia dikejutkan oleh video penampilan atlet panjat tebing perempuan Indonesia di kejuaraan dunia. Dengan sangat lincah, atlet Indonesia ini mampu menaklukkan ketinggian dalam waktu sekejap, mengalahkan lawannya dari Rusia, dan akhirnya meraih gelar Juara Dunia Panjat Tebing-IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China, untuk kategori Speed Climbing Performa. Juara dunia panjat tebing perempuan ini kembali beraksi di Asian Games 2018, dan menjadi yang terbaik sejak kualifikasi sampai babak final. Dialah Aries Susanti Rahayu (23). 

Aries berhasil merebut emas ke-8 Indonesia di Asian Games 2018. Dirinya berhasil mencatat waktu tercepat yaitu 7,61 detik, mengalahkan atlet senegaranya, Puji Lestari. Kemampuan gadis asal Grobogan itu membuat Indonesia berdecak kagum. Aries bahkan dijuluki sebagai “Spiderwoman” Indonesia berkat kecepatannya memanjat tebing.

Di babak 16 besar, Aries mengalahkan Narada Disyabut dari Thailand dengan mencatatkan waktu membukukan waktu 8,19 detik. Langkah Aries di babak 16 besar disusul Puji Lestari yang mencatatkan waktu 8,88 detik ketika menghadapi Amalina Syairah.  

Pada babak delapan besar Aries memanjat dinding dengan catatan lebih cepat, yakni 8,09 detik. Dengan pencapaian itu, dia memastikan diri masuk ke semifinal. 

Semifinal putri mempertemukan duel antara Indonesia dan China karena Aries bertemu dengan Song Yiling dan Puji bersaing dengan He Cuilan.

Aries yang kalah start berhasil menyusul di bagian terakhir dan mencatatkan waktu 7,64 detik sekaligus memastikan tiket ke partai puncak. Final mempertemukan sesama atlet Indonesia setelah Puji membukukan waktu 7,84 untuk melangkah ke final. Namun pada akhirnya, Puji harus mengakui kecepatan tangan dan kaki Aries.

Sebelum menjadi atlet panjang tebing, Aries adalah atlet atletik di SMPN 1 Grobogan, Jawa Tengah. Ia memutuskan berganti haluan setelah guru olahraganya mengenalkan panjat tebing kepadanya tahun 2007 silam. Ketika menonton kejuaraan panjat tebing, dirinya juga merasa lebih tertantang. Sejak saat itulah Aries mulai terjun ke dunia panjat tebing dan rutin berlatih.

Belum genap satu tahun berlatih, Aries mengikuti kejuaraan nasional tahun 2008 dan berhasil naik podium di juara kedua. Mulai sejak itu, ia kemudian berlatih di pemusatan latihan nasional di Yogyakarta. Aries kini tercatat sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) jurusan Manajemen dan Bisnis

Masa kecil Aries diceritakan oleh sang ibunda, Maryati. Maryati pernah menjadi buruh migran di Arab Saudi. “Saat kecil, kami memanggilnya Ayu Ipel-ipel,” kata Maryati, seperti dilansir oleh Liputan6.com.

Nama ipel-ipel sendiri berarti pendek gendut. Namun, kesan itu ternyata sudah sirna saat Aries mengalahkan atlet China. “Masa kecilnya sangat prihatin. Karena keterbatasan ekonomi, Ayu itu kalau makan seadanya,” kata Maryati. 

Semoga terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia, Aries!

PRESTASI ARIES SUSANTI RAHAYU

Juara 3 Dunia, Asian Championship, Teheran 2017

Juara 2 Dunia, IFSC Climbing WorldCup, Xiamen 2017

Juara Dunia IFSC Climbing WorldCup, Chongqing Tiongkok 2018

Medali Emas Panjat Tebing, Asian Games 2018

(berbagai sumber)

Foto : viva.co.id

Posted in ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial