Bagi Anak, Bahagia Itu Sederhana

Facebook
Instagram
no-image

Bagi setiap anak, orangtua adalah “rumah”, bukan sekadar tempat mereka bersandar, berkeluh kesah, bergantung, tapi juga semacam tempat “kembali”. Tak terbayang jika rumah tersebut rapuh. Tak terbayang jika rumah tersebut runtuh. Ke mana harus pulang?

Womanation, sudahkan anak-anak Anda bahagia? Atau, apakah anak-anak Anda merupakan anak-anak yang bahagia? Apa yang sudah Anda lakukan untuk membuat mereka bahagia? Memberikan banyak mainan, mengajak liburan ke berbagai tempat menarik, membelikan berbagai barang branded, menyekolahkan di sekolah terbaik?

 

Orangtua selalu menginginkan hal terbaik untuk anak-anak mereka. Apa pun itu, orangtua berusaha sekuat tenaga, bahkan rela “membanting tulang” demi hal yang membuat anak-anak mereka bahagia. Namun, orangtua dengan segala pemikiran dewasa mereka terkadang lupa bahwa anak-anak hanya menginginkan hal sederhana. Bagi mereka, bahagia itu sederhana.

 

Tentu ada kesedihan saat mengetahui bahwa segala yang Anda berikan tidak cukup membuat anak-anak bahagia. Nyatanya, 10 dari 10 anak merasa bahagia bukan dengan materi yang diberikan orang tua. Anak-anak bahagia karena orangtua mereka bahagia. Bagi mereka, kebahagiaan orangtua adalah kebahagiaan mereka. Bagi mereka, kebahagiaan orangtua adalah sumber energi mereka.

 

Saat merasa bahagia, orangtua akan menularkan energi tersebut berupa komunikasi yang efektif, baik, intens, hingga tercipta bonding yang kuat dengan anak-anak mereka. Inilah yang anak-anak butuhkan. Benar, bahagia itu sederhana.

 

Ingat, rasa bahagia yang anak-anak terima dan tanamkan kembali di diri mereka akan jadi fondasi karakter saat mereka tumbuh dewasa. Kemudian, karakter ini akan mereka tularkan kepada orang lain di sekitar mereka. Terbayang jika setiap anak dari setiap orangtua bahagia tumbuh jadi orang dewasa dengan karakter baik karena mereka bahagia? Berapa banyak orang baik akan lahir dari orangtua yang bahagia?

 

Womanation, menjadi orang dewasa atau orangtua mungkin tidak semudah yang diharapkan. Namun, sepelik apa pun masalah yang Anda hadapi, terima, berpasrah, dan jalani dengan keyakinan bahwa masalah-masalah tersebut akan berakhir baik. Bagaimanapun, masalah ada untuk menjadikan Anda lebih baik dan lebih bahagia. Simpan dan tularkan kebahagiaan, bukan masalah itu untuk anak-anak Anda. Jadilah orang yang berperan melahirkan generasi yang baik. Jadilah rumah terbaik bagi anak-anak Anda!

 

Editor: Andiana Moedasir

 

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial