BILLY HO Suguhkan Atmosfer & Kuliner Hong Kong, Jepang dan Korea di Bali

Facebook
Instagram
DSCF0171-820x440

Setiap budaya di Asia memiliki zona kuliner tersendiri, salah satunya adalah Cha Chaan Teng di Hong Kong, Izakaya di Jepang dan Hanok di Korea Selatan. Cha Chaan Tengs di Hongkong adalah tempat ‘retro-quirky’ atau ‘old-school original’ yang menghadirkan kesederhanaan di tengah hiruk pikuk kota. Secara tradisional, mereka menyajikan campuran yang unik dari hidangan ‘nursery noodle’, roti panggang susu manis, dan daging di atas makaroni. Pork buns dan nanas “bo lo yau” juga menjadi menu utama yang disajikan dengan secangkir teh susu.

Di Jepang, Izakaya menyajikan makanan ringan tradisional seperti sashimi, yakitori, daging panggang dan makanan laut, salad, acar, makanan goreng, hidangan daerah, hot pot, nasi dan mie, serta berbagi gaya camilan di bar.

Di Korea Selatan, kebiasaan masyarakatnya menghabiskan waktu di kedai teh, atau Hanoks untuk mencicipi sajian tradisioal, seperti teh omijacha, dan kue beras yang berkhasiat menenangkan pikiran, menjadi rekreasi tersendiri.

Billy Ho menangkap esensi dari tempat-tempat berkumpul ini dengan menyuguhkan suasana yang tenang yang dapat melupakan dunia di luar dan menikmati makanan serta minuman di tengah jalan-jalan ramai di Bali.

Dengan memadukan konsep ketiganya, Billy Ho menawarkan suasana hangat sekaligus menawarkan meja bar sepanjang tujuh meter dengan berbagai pilihan bir buatan sendiri dan bermacam racikan koktail.

Di bawah komando Chef Tim Bartholomew, makanan autentik dengan bahan-bahan lokal sebagai bahan dasar masakan sekaligus bumbu, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para petualang rasa. Bersama Will Meyrick, hidangan unik seperti tuna sashimi dengan bunga jahe cabai asap dan tabiko hitam; salad Ssam khas Korea dan sapi tokushen yang dibakar dengan bawang putih dan saus telur asin, menjadi pilihan yang cocok untuk dinikmati bersama-sama.

Desain ruangan di Billy Ho telah dirancang dengan indah oleh Rob Sample, dengan langit-langit tinggi yang dihiasi dengan bambu hitam raksasa. Ada pula kursi-kursi dari rotan, anyaman, tenun dan mural yang terinspirasi dari seni tato yang dilukis oleh seniman Ubud, Ogud. (marketplus.co.id)

Posted in ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial