Cegah THR Habis Karena Lapar Mata

Facebook
Instagram
no-image

Tidak terasa bulan Ramadan sudah berada di pertengahan. Selain ada rasa haru karena waktu cepat berlalu, terselip rasa senang yang tidak bisa ditahan. Apalagi kalau bukan karena yang dinanti-nanti segera tiba: THR.

Womanation, siapa yang tidak senang saat tahu THR segera “mendarat” di tangan? Sejak jauh-jauh hari bahkan banyak yang sudah membuat daftar rincian belanja. Waspada ya, jangan sampai THR dipergunakan untuk hal yang tidak berguna, apalagi membeli karena “lapar mata”. Untuk bisa lebih terkontrol, mungkin kita perlu tahu apa sebenarnya THR, termasuk tujuan dan tip mengelolanya agar tidak habis begitu saja.

 

Apa Itu THR?

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah hak pendapatan karyawan yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha/Perusahaan kepada karyawan menjelang Hari Raya Keagamaan, berupa uang. Nah, Hari Raya Keagamaan yang dimaksud adalah Hari Raya Idul Fitri bagi karyawan beragama Islam, Hari Raya Natal bagi karyawan beragama Kristen Katholik dan Protestan, Hari Raya Nyepi bagi karyawan bergama Hindu, dan Hari Raya Waisak bagi karyawan beragama Buddha.

 

Nah, pembayaran THR dilakukan satu kali dalam setahun dan disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing karyawan. Tetapi, ada kalanya seorang karyawan mendapatkan THR tidak di hari raya keagamaan yang dirayakan agamanya, melainkan di hari raya keagamaan agama lain. Misalnya, karyawan beragama Kristen mendapatkan THR berbarengan dengan karyawan Muslim di bulan Ramadan atau saat jelang Idul Fitri.

Tujuan THR

THR merupakan kesempatan bagi karyawan untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang relatif lebih besar menjelang hari raya, misalnya membeli bahan makanan, minuman, hingga pakaian baru. THR dipergunakan juga untuk memberi THR kepada orang lain yang bukan karyawan perusahaan, misal asisten tumah tangga, sopir pribadi, saudara, anak, tetangga, atau untuk membayar zakat bagi kaum Muslim. Nah, selain belanja, nyatanya pengeluaran terbesar THR adalah untuk persiapan mudik.

 

Tip Mengelola THR

  1.     Rencanakan anggaran. Sebelum dan sesudah menerima THR, sebaiknya buat anggaran khusus untuk pengeluaran yang memang perlu selama Ramadan hingga menjelang hari raya.
  2.     Tentukan skala prioritas. Setelah membuat anggaran, prioritaskan yang menjadi kewajiban yang harus segera dibayarkan dan yang bisa dicicil pengeluarannya, seperti membeli makanan dan minuman untuk kebutuhan sehari-hari.
  3.     Jangan lupa menabung.Terlalu bersuka cita dengan momen Ramadan dan hari raya dengan hari libur yang banyak jangan sampai membuat lupa diri dan mengabaikan pengeluaran yang membludak. Akibatnya, THR habis lebih cepat. Bagaimanapun, tetapkan untuk menabung. Sebaiknya jangan hentikan kebiasaan ini, walaupun jumlah yang Anda tabungkan tidak melulu sama setiap bulan.

 

Editor: Andiana Moedasir

 

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial