Ghita Argasasmita: Membuat Financial Planning Tidak Perlu Menunggu Punya Banyak Uang

Facebook
Instagram
no-image

 Pada dasarnya, untuk memahami konsep financial planning ini bukan hanya untuk orang yang banyak uang saja. Karena kalau harus banyak uang, syaratnya bukan financial planning tetapi wealth management. Definisi dan pemahaman dari dua hal ini lah yang masih sering disalah artikan oleh masyarakat kita.

Womanation.id – Banyak orang baik yang sudah mempunyai penghasilan yang berlebih maupun yang baru berkecukupan selalu memikirkan untuk membuat pengaturan keuangan mereka ketika mendapatkan gaji atau uang tambahan ke celengan mereka setiap bulannya. Tapi ternyata, masih banyak orang yang beranggapan bahwa untuk membuat suatu pengaturan keuangan atau financial planning ini hanya diwajibkan untuk orang yang sudah memiliki penghasilan berlebih. Itu salah besar ya, Powerful Woman.

Ghita Argasasmita – Founder & Financial Adivisor Integrita, berpendapat bahwa mayoritas masyarakat Indonesia baik di kalangan urban maupun pedesaan masih memiliki pola pikir yang rendah atau kurang baik terhadap kepentingan financial planning untuk dirinya sendiri maupun keluarganya.

“Masyarakat kita kurang suka dengan kegiatan belajar dan lebih suka hal yang instan. Sehingga, banyak orang yang salah membeli produk keuangan bahkan tertipu investasi bodong. Kemudian, masyarakat kita ini juga belum terbiasa untuk melakukan investasi. Mereka merasa bahwa investasi adalah sesuatu yang menakutkan.” Ujar Ghita.

Ghita sendiri memulai karir nya di dunia finansial berawal dari 9 tahun yang lalu ketika ia menjalani profesi sebagai banker. Pada saat itu lah, Ghita mulai mengenali berbagai macam produk keuangan dasar melalui profesinya sebagai banker. Dalam interview bersama Womanation, Ghita bercerita tentang perjalanan karir nya dari yang awalnya sebagai seorang sarjana komunikasi, banker, hingga menjadi founder financial advisor Integrita

“Pada dasarnya saya orang yang sangat dinamis, mudah bosan dan sangat suka belajar hal baru. Saya selalu merasa penasaran bagaimana caranya agar saya tidak pernah kenal kata “tidak punya uang” saat akhir bulan, bisa melakukan kesenangan saya, dan tabungan terus tumbuh. Saat saya mencari-cari caranya, saya menemukan buku tentang merencanakan keuangan yang ditulis Ligwina Hananto, setelah selesai membaca buku itu, saya baru tahu kalau ada profesi perencana keuangan, dan saya berniat menjalani profesi sebagai perencana keuangan.”

    “Saya ambil sertifikasi perencana keuangan tahun 2012 di IARFC dan memperoleh gelar RFA (Registered Financial Advisor), sambil berpraktek sendiri sebagai freelancer, kemudian bekerja di salah satu firma perencana keuangan di Jakarta. Dalam perjalananannya saya merasa bahwa seharusnya semua orang memiliki akses kepada perencana keuangan untuk mendapatkan financial literacy, karena terlalu banyak orang yang harus ditolong dari kesalahan dan kejatuhan, namun akses tersebut terbatas dan agak mahal. Akhirnya berdirilah “INTEGRITA” untuk menyalurkan idealisme tersebut.”

Berkat sifat keingintahuan dan kerja keras ini membuat Ghita menjadi seorang wanita yang memiliki empowerment dalam menjalani profesinya sebagai seorang financial advisor bahwa seorang financial advisor ini harus bisa memberikan saran atau cara terbaik kepada klien nya dalam mengatur keuangan mereka tanpa membawa produk-produk sponsor di dalamnya.

Tantangan menjadi seorang financial planning ini juga tidak mudah ya, Powerful Woman. Menurut Ghita, seorang financial planner ini harus mampu menjelaskan kepada klien mereka bahwa financial planning adalah suatu kebutuhan dasar, dan membuat banyak orang mau mempelajari “uang mereka” , Dari tantangan tersebut, Ghita menjawabnya dengan memberikan pelayanan konsultasi yang ramah dan santai baik dalam cara berkomunikasi maupun berpakaian. Sehingga dapat meninggalkan citra formal, serius dan mewah yang biasanya orang akan lebih segan menceritakan masalah keuangannya apabila berada dalam suasana pembicaraan yang terlalu serius dan formal.

Profesi financial advisor ini juga yang membuat Ghita memiliki impian untuk menyebarkan kemandirian financial terutama untuk para wanita. Menumbuhkan “willingness” untuk belajar keuangan adalah hal yang terpenting. Hal ini dikarenakan wanita adalah partner suami, yang mana posisinya harus bisa diandalkan dalam mengelola keuangan keluarga sehingga bisa mencapai kesejahteraan bersama. Ghita menginginkan setiap wanita itu mampu menjadi partner diskusi yang hebat bagi suami untuk melakukan strategi dan rencana keuangan keluarganya.

Melalui moto hidup yang selalu dipegang teguh (“You cannot change your destination overnight, but you can change your direction overnight”) Ghita berpesan kepada para Powerful Woman: Don’t compare your life to others, you have no idea what they have been trough. Masalah keuangan yang dialami banyak orang saat ini sebenarnya lebih karena sikap hidup, social media pressure dan peer pressure, yang membuat standar kehidupan seseorang menjadi lebih tinggi dari berbagai banyak hal. Namun yang perlu Anda ingat, tidak semua gaya hidup yang banyak orang lain jalani bisa dicapai atau tidak cocok bagi Anda maupun orang yang ada disekitar Anda. Cukup cari dan pilih salah satu yang akan menjadi pilihan terbaik Anda. Banyak orang merasa gagal hanya karena tidak bisa mencapai standar hidup tertentu.

Powerful Woman, tunggu tulisan dari Ghita Argasismita selanjutnya di kanal Career & Business ya

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial