Hemofilia, Gejala dan Penanganan Medis

Facebook
Instagram
no-image

Secara umum, trombosit dalam darah akan membantu proses pembekuan saat terjadi luka. Trombosit akan melepaskan zat kimia yang berfungsi mengaktifkan faktor pembekuan berupa protein dalam darah. Sayangnya,

pada penderita hemofilia proses tersebut tidak berlangsung sebagaimana mestinya.

Apa Itu Hemofilia?

Hemofilia merupakan salah satu penyakit kelainan pada proses pembekuan darah. Darah tidak memiliki kemampuan untuk membeku dengan sendirinya. Penyakit ini merupakan penyakit kelainan genetik terkait kromosom X yang ditularkan dari ibu ke anak, seringkali menyerang anak laki-laki. Seperti kita ketahui, anak laki-laki mendapatkan kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Risiko hemofilia pada anak perempuan sangat rendah meskipun ada kemungkinan.

Gejala dan Ciri-ciri Hemofilia

  1.     Luka yang sulit kering dan sembuh. Ini merupakan gejala yang paling umum dialami oleh para penderita hemofilia. Luka yang sulit sembuh dan kering ini diakibatkan tidak adanya pembekuan dalam darah sehingga membuat darah terus keluar.
  2.     Mudah mengalami perdarahan. Jika luka, penderita bisa sampai mengalami perdarahan. Waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan cukup lama karena tidak ada upaya darah akan mengalami pembekuan. Bahkan, penderita hemofilia berat bisa mengalami perdarahan dalam waktu dan kondisi yang tidak terduga atau tanpa sebab yang jelas.
  3.     Penderita paling banyak mengalami perdarahan melalui hidung (mimisan) tanpa sebab yang jelas.
  4.     Warna kulit kebiruan. Lebam menandakan terjadinya perdarahan di bawah kulit. Bagi penderita, lebam bisa terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Lebam ini juga disertai dengan beberapa kondisi seperti area lebam yang meluas, bengkak di sekujur tubuh, dan bengkak dengan warna kemerahan.
  5.     Sakit dan nyeri pada sendi. Penderita juga mengalami sakit dan nyeri pada sendi karena terjadinya perdarahan internal dalam tubuh.

Menangani Hemofilia

Penanganan medis merupakan cara terbaik untuk mengatasi penyakit ini. Namun perlu diingat bahwa anak dengan hemofilia sebaiknya dijauhkan dari obat-obatan yang mengandung ibuprofen, aspirin, serta naproxen sodium. Jenis obat tersebut akan memperparah penderita.

Sementara itu cara terbaik merawat anak dengan hemofilia adalah melakukan pengawasan sehingga terhindar dari benturan yang menyebabkan luka. Jauhkan anak dari aktivitas olahraga berat karena sangatlah berisiko. Sebagai solusi, anak boleh melakukan olahraga dengan porsi ringan seperti berenang, bersepeda, dan berlari. Jika terjadi luka, segera lakukan pertolongan dan bawa ke dokter untuk menghindari kehilangan banyak darah yang bisa membahayakan keselamatan anak.

Editor: Andiana Moedasir

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial