The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

8 Fakta Dibalik Mitos Seputar Diabetes di Indonesia

8 Fakta Dibalik Mitos Seputar Diabetes di Indonesia

womanation.id – Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diabetes merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular. Powerful Woman, penyakit diabetes merupakan salah satu penyebab utama dari kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi. Pada umumnya, penyakit diabetes ini sebenarnya dapat dicegah atau dapat ditunda kejadiannya lho, Powerful Woman. Menurut KEMENKES RI, delapan puluh persen diabetes dapat dicegah dengan melakukan upaya tatalaksana pengobatan yang optimum, diabetes dapat dikontrol dan orang yang terkena diabetes dapat berumur lebih panjang dan hidup lebih sehat.

 

Biasanya, dalam proses penanganan penyakit diabetes ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih percaya saran dari orang lain dibandingkan saran dari dokter. Womanation telah merangkum beberapa Mitos dan Fakta seputar diabetes berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut rangkumannya:

MITOS: “Diabetes Bukanlah Masalah Yang Besar”

 

FAKTA: Penyakit diabetes jika dibiarkan dan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya. Ini adalah salah satu dari 8 penyakit utama yang menyebabkan kematian pada orang dewasa. Menderita diabetes dapat memperbesar kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung. Diabetes adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah dan beberapa akibat jangka panjang yang membantu mutu hidup menjadi lebih rendah.

MITOS: “Orang Dengan Diabetes Harus Melakukan Diet Khusus”

FAKTA: Diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang dengan diabetes. Pola makan sehat harus mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, menghindari lemak trans, dan membatasi lemak larut dan karbohidrat olahan, terutama gula.

MITOS: “Penyandang Diabetes Tidak Dapat Mendonorkan darah”

FAKTA: Penyandang diabetes tetap dapat menjadi donor darah selama kadar gula darahnya terkendali.

MITOS: “Perempuan Penyandang Diabetes Sebaiknya Tidak Hamil”

FAKTA: Dengan kontrol atau pengendalian gula darah yang baik, perempuan penyandang diabetes tetap dapat mengandung dan melahirkan bayi yang sehat.

MITOS: “Diabetes Pada Ibu Hamil Tidak Perlu Dianggap Serius, Karena Diabetes Akan Menghilang Begitu Melahirkan”

FAKTA: Pada 50% – 70% ibu hamil yang memiliki diabetes (diabetes gestasional) saat mengandung, ia berisiko menderita diabetes tipe 2 dalam waktu 5-10 tahun setelah melahirkan. Jika diabetes dibiarkan tanpa pengobatan, anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes selama hamil berisiko menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa. Diabetes gestasional harus mendapat perhatian serius dan pengobatan.

MITOS: “Penggunaan Insulin Saat Hamil Akan Memberi Dampak Buruk Pada Bayi”

FAKTA: Insulin tidak memberi dampak buruk pada bayi, malah kadar gula darah yang tinggi yang bisa memberi dampak buruk pada bayi. Hanya sedikit sekali insulin yang memasuki plasenta (dibanding tablet oral) sehingga aman digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah selama kehamilan karena pola makan dan olahraga saja tidak cukup.

MITOS: “Penyandang Diabetes Dapat Makan Gandum Tetapi Tidak Dapat Makan Nasi”

FAKTA: Tidak benar. Baik gandum maupun nasi mengandung kabar karbohidrat (-70%) dan indeks glikemi yang sama. Keduanya meningkatkan kadar gula secara sama. Dengan porsi terbatas, keduanya dapat dikonsumsi.

MITOS: “Penyandang Diabetes Tidak Dapat Makan Permen atau Coklat”

FAKTA: Dengan diet tepat dan olahraga, penyandang diabetes dapat makan makanan manis seperti permen, es krim ataupun kue-kue. Kuncinya adalah porsi kecil, dan hanya makan jika ada acara istimewa.