The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

6 Penyakit yang Harus Diwaspadai saat Musim Hujan

6 Penyakit yang Harus Diwaspadai saat Musim Hujan

women-standing-in-the-rain.jpg

Womantaion - Musim hujan telah tiba, setiap hari hujan selalu turun sehingga menyebabkan suhu lingkungan menjadi lembab. Perubahan cuaca ini, ternyata berdampak bukan hanya pada manusia tapi juga berdampak pada hewan-hewan yang tersebar di lingkungan kita. Hal ini karena musim hujan adalah musim yang sangat cocok untuk perkembangbiakan berbagai bakteri, virus, dan jamur yang dapat menyebabkan masalah kesehatan sehingga bisa mudah menginfeksi tubuh dan menyebabkan sakit.

Khususnya para wanita jika daya tahan tubuh Anda sedang menurun, Anda akan lebih mudah lagi diserang penyakit. Oleh karena itu jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan rutin berolahraga. Pola hidup sehat akan memperkuat daya tahan sehingga menghalau berbagai serangan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Dan berikut ini beberapa penyakit yang harus diwaspadai ketika musim hujan tiba.

1.Influenza atau flu

Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A, B, atau C. Infeksi ini akan menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pegal-pegal, pusing, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur yang ditularkan melalui mulut, hidung, ataupun tangan yang menyentuh benda yang terkontaminasi.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah disebabkan virus dengue, virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di air jernih yang tergenang. Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti. Demam berdarah bisa terjadi saat virus masuk ke dalam tubuh manusia akibat gigitan nyamuk. Meski termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, penyakit yang ditandai dengan sakit pada sekujur tubuh dan demam ini dapat berakibat komplikasi yang mengarah pada kebocoran plasma dan perdarahan fatal akibat kerusakan pembuluh darah. DBD salah satu jenis penyakit musim hujan yang bisa jadi mematikan. Dengan kondisi itu, maka kita diharapkan ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu agar masyarakat segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala  panas tinggi.

3. Diare

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat dibandingkan biasanya dan encernya tinja yang dikeluarkan. Hal ini disebabkan oleh sekelompok bakteri antara lain Shigella dysentria, Salmonella Spp, Compylobacter jejui, Escherichia coli (E coli), dan Entamoeba histolytica. Faktor-faktor pencegahan penting, seperti kewaspadaan dalam memilih makanan dan menjaga kebersihan tangan saat makan, menjadi faktor utama penyebab diare yang sering terjadi pada saat musim hujan. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu

4. Tifus

Penyakit demam tinggi yang disebabkan Salmonella typhi dan menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Ditandai demam hingga 39-40 derajat Celsius, penyakit ini masuk ke saluran cerna melalui mulut, esofagus, lambung, usus kecil, dan usus besar. Selain demam, penyakit ini kerap ditandai dengan sakit perut, sakit kepala, sembelit, ataupun diare. Penderita demam tifus sebaiknya segera menjalani pengobatan dan istirahat selama 7-14 hari guna membantu tubuh agar lekas pulih. Jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti meningitis, infeksi hati dan kandung empedu, pneumonia, hingga gangguan pada ginjal dan katup jantung.

5. Penyakit kulit

Penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir, masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Penyakit kulit juga bisa disebabkan jamur akibat suhu yang lembab. Seperti juga pada ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya yaitu kondisi seperti pengungsian korban banjir dimana tempat berkumpulnya banyak orang, beresiko terjadinya penularan infeksi kulit. Untuk mengarasi serangan ini, penderita bisa menggunakan obat kulit hingga antibiotik.

6. Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Penyakit ini ditularkan melalui urine atau darah hewan seperti anjing, tikus, sapi, dan babi. Penyakit ini mencapai puncaknya saat musim hujan atau banjir tiba. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Saat itu, Leptospira sp dalam urine tikus menyebar lewat air dan masuk ke tubuh melalui kulit atau selaput lendir. Penyakit ini menyebabkan kulit penderita kekuningan dan mukosa mengering. Pada beberapa kasus, penyakit ini disertai diare atau konstipasi. Manusia dapat terinfeksi jika menjalin kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut adalah gejala yang menandai penyakit ini. Namun pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan. Untuk menghindarinya, lakukan langkah-langkah antisipasi yaitu dengan selalu menjaga kebersihan; hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka; gunakan pelindung misalnya sepatu boot, bila terpaksa harus ke daerah banjir; dan segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit berkepanjangan.