The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

8 Novel Pramoedya yang Wajib Dibaca Wanita

8 Novel Pramoedya yang Wajib Dibaca Wanita

“Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan.”

womanation.id - Itulah kutipan kata-kata dari Sastrawan besar Indonesia Pramoedya  Ananta Toer di novel Jejak Langkah. Pram, begitu panggilannya lahir di Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 dan meninggal di Jakarta30 April 2006 pada umur 81 tahun. Pram telah menerbitkan lebih dari 50 karya sastra yang telah diterjemahkan ke dalam 41 bahasa asing. Dalam bukunya Pram selalu memasukkan unsur feminisme dalam setiap ceritanya. Beberapa novel mewakili tokoh perempuan pada jamannya yang mengalami perjuangan, baik memperjuangkan pendidikan atau memperjuangkan untuk melepaskan penindasan serta ketidakadilan.

Dalam memperingati hari kelahirannya hari ini, berikut 8 novel karya Pram yang menempatkan perempuan sebagai pemeran utamanya:

bumi manusia.jpg

  1. Bumi Manusia
    Bumi Manusia merupakan novel pertama dari tetralogi Pulau Buru. Ada dua tokoh perempuan disini yaitu Minke yang mencoba menggambarkan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya dan Nyai Ontosoroh, istri simpanan (gundik) petinggi Belanda. Meskipun tidak berpendidikan formal, ia tetap rajin belajar untuk meningkatkan derajatnya. Ia juga berani menentang kebijakan pemerintah kolonial Hindia-Belanda yang sangat menindas kaum perempuan pribumi kala itu. Mereka berdua menjadi tokoh perlawanan penderitaan kaum perempuan dalam budaya patriarki Jawa yang harus dilawan saat itu.

Panggil Aku Kartini Saja.jpg

  1. Panggil Aku Kartini Saja
    Pram menceritakan Kartini, anak dari seorang pejabat (patih) Jepara namun ia tidak bisa bersekolah kejenjang yang lebih tinggi karena faktor budaya patriarki yang ada dikebudayaan Jawa pada masa itu. Walaupun ia tidak bersekolah, Kartini mampu berbahasan Belanda karena ia senang membaca dan menulis. Sehingga ia mengajak kaum perempuan untuk selalu belajar. Disamping itu, Kartini paham bahwa perempuan tidak akan pernah melampaui kodratnya sebagai perempuan. Karena memang kodrat antara laki-laki dan perempuan  berbeda. Oleh karena itu, Kartini tidak ingin melawan kodratnya meskipun giat memperjuangkan feminisme terutama dalam kesetaraan pendidikan wanita.

Larasati.jpg

  1. Larasati
    Larasati adalah novel karya Pram yang merekam kisah revolusi Indonesia pascaproklamasi dari sudut pnadang perempuan. Ia adalah sosok perempuan yang memperjuangkan pendidikan dan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, di dalam perjalanan hidupnya Larasati juga menyaksikan kaum muda merebut hak merdeka dari tangan-tangan orang asing. Selain memperjuangkan pendidikan, para tokoh perempuan dalam novel ini juga mengalami perjuangan secara fisik, dan berbagai bentuk penindasan serta ketidakadilan. Pram coba mendokumentasikan sejarah Indonesia dengan jujur  dan apa adanya melalui tokoh fiksi perempuan yang hebat yang mewakili zamannya.

Gadis Pantai.jpg

  1. Gadis Pantai
    Novel ini menceritakan situasi tradisi feodalisme di Pulau Jawa yang kental dengan ketidakadilan yakni perempuan selalu ditempatkan dalam posisi terbawah dalam buaya patriarki Jawa. Buku ini memiliki ciri khas tersendiri karena menceritakan kisah pernikahan dini dan kritik terhadap situasi sosial berdasarkan kisah pernikahan nenek Pram yang telah diusir mencoba untuk hidup mandiri. Gadis Pantai menggambarkan ketidakadilan terhadap perempuan kebanyakan saat itu.

Arok Dedes.jpg

  1. Arok Dedes
    Arok Dedes novel ini menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan Akuwu Tumampel, Tunggul Ametung. Selain itu, ada juga sosok Ken Dedes yang digambarkan sebagai perempuan yang cerdas padahal ia tidak pernah belajar di bangku sekolah. Ken Dedes merupakan satu-satunya perempuan saat itu yang sudah memikirkan bagaimana meraih kedudukan di Kerajaan Kertajaya. Akhirnya Ken Dedes berhasil mendapat tahtanya, namun karena budaya patriarki yang tidak mengijinkan perempuan untuk memimpin, membuat Ken Dedes terpaksa menyerahkan tahtanya kepada Ken Arok. Kisah Arok Dedes dianggap kisah kudeta pertama dalam sejarah Indonesia. Di novel ini Pram juga mengungkap kondisi sosial politik pada masa itu Novel ini juga menggambarkan kondisi pemberontakan yang terjadi di dalam suatu negara atau kerajaan yang sarat dengan intrik politik.

Midah.jpg

  1. Midah (Si Manis Bergigi Emas)
    Dalam novel ini Pram menggambarkan sosok perempuan yaitu Midah, putri seorang Haji Abdul yang kaya, taat beragama, dan terpandang. Ia menjadi anak tunggal dan dimanja oleh kedua orangtuanya sebelum ia memeroleh tambahan adik kandung yang lahir berturut dan merampas kebahagiaan dan perhatian yang didapat Midah selama ini. Karena ketidakadilan dalam rumah, ia memilih kabur dan terhempas di tengah jalanan Jakarta tahun 1950-an. Ia tampil sebagai orang yang tak mudah menyerah dengan nasib hidup, walaupun ia hanya seorang penyanyi dalam kelompok pengamen keliling dari kampong ke kampung. Namun akhirya Midah  menjadi popular, merambah dapur rekaman, bahkan menjadi pemain film. Kepopuleran nama Si Manis Bergigi Emas seiring dengan populernya nama Midah di kalangan para lelaki hidung belang. Midah adalah perempuan yang berhasil meraih mimpinya menjadi selebriti terkenal sekaligus kalah (secara moral) dalam pertaruhan hidup itu.

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer.jpg

  1. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer
    Novel ini terdiri dari  sebuah kumpulan catatan tentang kisah para perawan yang masih remaja semasa awal kependudukan Jepang. Cerita ini adalah catatan Pram tentang perempuan-perempuan di Pulau Buru semasa ia ditahan. Beberapa perempuan tersebut berasal dari Jawa yang dijanjikan akan diangkut dengan kapal untuk disekolahkan di Jepang oleh tentara Jepang. Nyatanya, para perawan sengaja dibuang ke Pulau Buru. Selama perjalanan, mereka menjadi korban kekerasan seksual para tentara Jepang. Novel ini terdiri dari delapan bab yang kesemuanya merupakan cerita menyedihkan tentang kehidupan rakyat Indonesia terutama para wanitanya yang dijadikan sebagai budak.

Cerita Calon Arang.jpg

  1. Cerita Calon Arang
    Cerita Calon Arang bercerita tentang seorang perempuan tua yang jahat yang mempelajari mantra hitam dan mempunyai teluh hitam dan penghisap darah manusia. Ia senang menganiaya sesama manusia, membunuh, merampas dan menyakiti sehingga ia tidak disukai warga sedusun. Akibatnya, tidak ada seorang lelaki pun yang mau meminang putri tunggalnya Ratna Manggali untuk menjadi istri walaupun ia seorang perempuan cantik. Calon Arang pun gusar, ia memutuskan untuk membalas dendam dengan menebarkan teluh di dusunnya. Akibatnya banyak orang yang tewas. Raja Erlangga segera mengutus pasukannya untuk menangkap Calon Arang, dan menyabdakan bahwa jika ia melawan Calon Arang boleh dibunuh. Tapi ketika para prajurit berhadapan dengan Calon Arang, mereka tidak sanggup melawan perempuan itu. Tapi kejahatan ini pada akhirnya bisa ditumpas di tangan jejari kebaikan dalam operai terpadu yang dipimpin Empu Baradah. Empu ini bisa mengembalikan kehidupan masyarakat yang gonjang-ganjing ke jalan yang benar sehingga hidup bisa lebih baik dan lebih tenang, tidak buat permainan segala macam kejahatan.