The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Wanita Adalah Menteri Keuangan Keluarga

Wanita Adalah Menteri Keuangan Keluarga

womanation.id – Powerful Woman, pernahkah kalian mendengar ungkapan “Uangku (istri) ya uangku, uangmu (suami) ya uangku juga” Saya pribadi sih cenderung setuju ya dengan prinsip ini, karena memang tanggung jawab mencari nafkah serta menjamin ekonomi keluarga pada dasarnya tanggung jawab suami, dan ketika istri bekerja seharusnya sifatnya hanya sebagai tambahan atau aktualisasi diri saja.

 

Asik ya sebenarnya, tapi jangan senang dulu Powerful Woman. Prinsip tersebut juga mengandung makna bahwa istri punya tanggung jawab untuk  cakap mengelola keuangan lho. Tanggung jawabnya ini bisa disamakan seperti menteri keuangan. Suami akan menyerahkan uang hasil kerjanya, bukan semata-mata untuk dihabiskan tanpa rencana, tapi bagaimana post keuangan keluarga bisa terpenuhi. Besar kecilnya relatif, istri lah yang memutuskan gaya hidup apa yang dipilih supaya pendapatan keluarga bisa tercukupi, dan memberikan pandangan kepada suami tentang strategi keuangan dalam perencanaan keuangan.

Powerful Woman, jangan dulu kerutkan kening dan bete ya, karena ternyata mengelola keuangan rumah tangga tidak serumit bayangan, prinsip nya hanya “komitmen”, ini dia langkah sederhananya :

1. Ketahui Aset

 

Saat saya melakukan financial check up, banyak sekali orang yang kebingungan apa saja harta mereka, dan jarang melakukan cek terhadap hutang jangka panjang (e.g KPR, KPA,dan KPM). Sebagai seorang financial advisor, saya cukup heran ya dengan kondisi seperti ini, bagaimana caranya mau mencapai tujuan keuangan yang baik kalau potensi dan hambatan yang dimiliki saja kita tidak tahu.

Powerful Woman, coba deh mulai sekarang buat list, apa saja sih harta dan hutang yang Anda miliki? jangan lupa rajin-rajin cek sisa hutang pokok kita di bank jika memiliki KPR-KPA atau KPM, dan cek selalu prosentase bunga yang dibebankan ya.

Mengetahui asset akan membuat kita sadar apakah kita memiliki potensi keuangan untuk dikembangkan atau bahkan tidak memiliki potensi sehingga harus segera memulai.

2. Catat Cashflow Per 3 Bulan

Kalau ditanya berapa gaji bulanan, pasti bisa langsung dijawab. Nah kalau ditanya berapa pengeluaran bulanan Anda, butuh waktu sekitar 5 menit untuk menjawabnya. Benar tidak?

Melakukan pencatatan cashflow bulanan itu sama pentingnya dengan mengetahui jenis kulit kita sebelum membeli skin care lho. Dari situ kita bisa mengetahui tipe seperti apa kita dalam menghabiskan uang, sehingga bisa mencari tahu bagaimana melakukan kontrol terhadap uang.

Yuk mari kita mulai mencatat. Bisa dimulai dari 3 bulan pertama, mari kita mulai catat secara detail! jangan kaget jika keluhan selalu tidak punya uang langsung terjawab.

3. Baca Polis Asuransi Yang Dimiliki

Berapa banyak orang yang membeli asuransi kemudian membaca polis dan memahami asuransinya? Saya bisa bilang bahwa hanya 2 dari 10 klien saya yang pernah membaca polisnya, dan itupun tidak paham.

Yuk, coba sekarang juga baca polis asuransi kita, apakah sudah sesuai dengan tujuan kita membeli produk tersebut, tidak mengerti juga? tanyakan pada agen atau telfon call center asuransi Anda.

Yang perlu Powerful Woman ketahui adalah, ketika kita memiliki asuransi, jangan tergantung pada agennya, manfaatkan call center untuk bertanya informasi tentang produk yang dibeli, klaim, sampai dengan menutup polis bisa dilakukan secara mandiri.

4. Buat Tujuan Keuangan Bersama

Rasanya membicarakan keuangan dengan suami lebih sulit daripada meminta dia membelikan kita tas mahal ya? karena menurut Robert T.Kiyosaki, money is more taboo than sex. Perlu kesabaran ekstra untuk mencapai keterbukaan dalam keuangan dan membuat list mimpi-mimpi yang ingin dicapai bersama.

Mulailah membuat diri kita menjadi cakap keuangan serta emosional sehingga suami merasa bahwa istri menjadi partner diskusi dalam merencanakan masa depan bersama.

5. Baca, Baca dan Belajar

Suka menonton video tutorial make up dari beauty vlogger? Atau mencatat resep makanan dari berbagai sumber? Kenapa tidak melakukan hal yang sama untuk mempelajari “uang” kita?

Uang atau keuangan harus dipelajari, karena tidak sedetik pun kita tidak berhubungan dengannya, bahkan saat tidur, seprai, bantal guling yang kita tiduri pun dibeli dengan uang. Bukan begitu?

Pelajari perencanaan keuangan sederhana, ketahui dengan pasti kebutuhan kita, pelajari semua produk keuangan sehingga tidak asal membuang uang untuk produk yang tidak perlu.