The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Mengapa Semua Wanita Bisa Menyusui?

Mengapa Semua Wanita Bisa Menyusui?

Ketahuilah, kita berada di zaman ilmu pengetahuan tinggi dan pemikiran tradisional, bisa disebut “kolot”, hidup beriringan. Nyatanya, masih banyak orang tua yang memaksakan pemikiran kolot sehingga anak-anak mereka dengan pendidikan tingginya justru terpengaruh untuk berpikir kolot.

Termasuk yang seharusnya dipahami semua ibu baru bahwa semua wanita bisa menyusui. Hasilnya, banyak yang menyerah dan rela menyodorkan susu formula kepada bayinya yang baru saja lahir beberapa hari, bahkan jam.

Bukan, ini bukan tentang memaksakan pemberian ASI dan menganggap rendah ibu-ibu yang merelakan susu formula untuk bayi mereka. Ini tentang menyemangati semua wanita, ibu muda, atau siapa pun yang akan dan baru melahirkan bayi mereka untuk bersemangat memberikan ASI, untuk memberikan keyakinan kepada mereka bahwa ASI ada dan itulah yang terbaik untuk bayi-bayi mereka. Karena, siapa yang tidak ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta?

ASI Jodoh Bayi

Sejatinya, ASI adalah jodoh bayi. Setiap wanita yang hamil dan melahirkan pasti akan memproduksi ASI. Tidak mungkin tidak. Lantas, mengapa dibilang ASI tidak dapat keluar saat masanya? Coba perhatikan hal berikut.

  1.     Apakah sang ibu bayi mengidap sakit yang mengharuskannya mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  2.     Apakah sang ibu bayi mengalami depresi, letih, atau stres sehingga kondisi psikisnya tersebut memengaruhi fisiknya?
  3.     Apakah cara menyusui sang ibu tidak tepat sehingga bayi tidak bisa menyusu dengan baik dan menyebabkannya kurang banyak minum?

Kualitas ASI Semua Wanita Sesuai Kebutuhan Bayi

Perlu diketahui, ketidakmampuan tubuh seorang ibu menghasilkan cukup ASI jarang sekali ditemukan. Dari hasil penelitian, bahkan ibu dari keluarga tak mampu dengan asupan nutrisi yang lebih buruk dapat memproduksi ASI dengan kualitas yang sama dengan ibu dari keluarga mampu dengan asupan gizi yang lebih baik. Hal lain yang lebih mengejutkan, seorang wanita yang tidak hamil bahkan bisa menyusui anak adopsinya melalui teknik yang bernama induced lactation. Dalam kasus seperti ini, dokter memberikan ibu obat-obatan yang dapat membantu produksi ASI.

Nah, cobalah tanamkan keyakinan bahwa ASI ada dan memang yang terbaik untuk buah hati, karena pada dasarnya semua wanita bisa menyusui. Sejatinya, peran suami dan keluarga jadi faktor utama untuk menumbuhkembangkan keyakinan tersebut dalam diri seorang wanita. Namun, adanya perkara lain yang menyebabkan sang ibu tidak mampu memberikan ASI secara langsung atau eksklusif jangan jadi peluruh kebahagiaan yang membuatnya justru merasa menyesal, bersedih, dan menyalahkan diri sendiri.
 

Image via shanghaimamas.org

 

Editor: Andiana Moedasir