The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Ayah Pendukung Utama ASI Berlimpah

Ayah Pendukung Utama ASI Berlimpah

Istri mana yang tidak senang diberi dukungan penuh oleh suami saat masa pemberian ASI? Ibu mana yang tidak termotivasi ketika ayah sang bayi memberi dukungan yang penuh dengan cinta?

Tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga adalah faktor pendukung utama keberhasilan pemberian ASI, khususnya eksklusif. Secara spesifik, ayah sang bayi menjadi yang terpenting dalam pemberian dukungan ini. Bahkan, dalam sebuah survei didapati bahwa dukungan suami lebih penting bagi istri (57%) dibanding ibunya (21%).

Womanation, pemberian ASI sangat berkaitan dengan kondisi psikologis ibu. Jika ibu merasa tidak terdukung, sedih, atau cemas, akan memengaruhi produksi ASI. Kurangnya produksi dan asupan ASI ini akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi, terutama di fase penting kehidupannya.

Breastfeeding Father

Istilah breasfeeding father diberikan kepada para ayah yang memberikan dukungan penuh dalam proses pemberian ASI. Pada 2005, untuk pertama kalinya American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan hasil penelitian mengenai peran penting ayah dalam kesuksesan pemberian ASI. Penelitian ini dilakukan di Naples, Italia, dengan responden sebanyak 280 pasangan.

Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat keberhasilan menyusui eksklusif dan lanjutan hingga 12 bulan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok ayah yang mempelajari manajemen laktasi dan mendukung serta membantu ibu dalam menyusui. Lebih lanjut, ayah memiliki peran dalam menentukan pemberian asupan untuk bayi (susu formula vs ASI). Dukungan ayah juga dapat meningkatkan kepuasan ibu dalam menyusui, lama waktu menyusui, serta adaptasi ayah dan ibu dalam hal pola asuh anak.

Bagaimana Bentuk Dukungan Ayah?

Bentuk dukungan ayah diberikan sejak ibu memasuki masa hamil. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ayah:

  1.     Mencari tahu, mempelajari, hingga memahami kondisi seorang wanita yang sedang hamil dan apa saja yang dibutuhkannya serta senantiasa menemani istri periksa kandungan.
  2.     Mencari tahu, mempelajari, menimba ilmu tentang fase melahirkan. Bersama istri mempersiapkan masa kelahiran dengan sangat baik dan berkonsultasi mengenai tindakan medis terbaik yang akan diberikan kepada istri saat melahirkan.
  3.     Mencari tahu, mempelajari, menimba ilmu tentang fase menyusui, apa saja yang dibutuhkan ibu dan bayi saat fase ini dimulai.
  4.     Senantiasa memperhatikan kondisi psikologis istri agar terhindar dari postpartum depression (PPD) hingga baby blues syndrome, terutama sering dialami pada kelahiran pertama.
  5.     Membantu istri dalam melakukan beberapa hal, seperti mengganti popok dan pakaian bayi, sesekali menggendong atau menidurkan bayi, dan menyediakan kebutuhan istri, seperti makanan dan minuman bernutrisi serta memastikan istri tidak merasa lapar akibat menyusui.
  6.     Terus memberikan semangat dan meyakinkan istri bahwa ia bisa dan mampu memberikan hal terbaik untuk buah hati.
  7.     Mencari tahu, mempelajari, dan menimba ilmu tentang ilmu parenting dan kesehatan buah hati.


Manfaat Bonding dalam Fase Menyusui

Seperti halnya orang dewasa, bayi memiliki kepekaan perasaan. Karenanya, ia akan merasa nyaman saat merasa lingkungan sekitar, terutama orang tuanya berinteraksi dengan penuh cinta. Ayah yang memberikan dukungan penuh cinta kepada ibu, dan ibu yang merasakan kenyaman akan dukungan ini akan menularkan seluruh perasaan cinta yang ada kepada buah hati.

Womanation, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar cinta sejak masa kandungan cenderung memiliki kekebalan tubuh yang baik, tidak mudah terserang penyakit, dan tumbuh jadi pribadi dengan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang tinggi.

 

Editor: Andiana Moedasir