The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Pentingnya Memperhatikan Gizi Saat Hamil dan Menyusui

Pentingnya Memperhatikan Gizi Saat Hamil dan Menyusui

Nutrisi sangat penting dan diperlukan oleh ibu sejak awal kehamilannya, untuk membantu perkembangan janin, hingga periode menyusui. Perhatikan gizi saat hamil dan lanjutkan ketika periode menyusui ya, Womanantion.

Womanation, banyak wanita sering mengesampingkan faktor penting nutrisi dari makanan yang dikonsumsi saat hamil hingga menyusui. Terlebih saat hamil dan merasa mual di tiga bulan pertama, banyak yang sekadar makan atau minum agar perut tidak lapar atau “tidak kosong” sehabis mual dan muntah berketerusan.

Saat menyusui, banyak wanita cenderung kehabisan waktu dan fokus untuk mengurus diri sendiri karena bayi menuntut perhatian luar biasa hingga tak jarang mereka hanya makan seadanya atau memakan camilan yang tidak bergizi. Sebenarnya, bagaimana nutrisi sangat diperlukan terutama bagi ibu hamil dan (hingga) menyusui?

Hamil

Nutrisi atau biasa dikenal dengan zat gizi, tidak diragukan sangat penting di masa kehamilan, terutama di tiga bulan pertama. Mengapa? Karena nutrisi berisi zat-zat yang dibutuhkan janin untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi ini terbagi menjadi dua, makro dan mikro. Nutrisi makro berperan dalam pembentukan organ-organ tubuh secara lengkap, sedangkan nutrisi mikro berperan sebagai penunjang pertumbuhan tubuh dan yang sedang dalam proses pembentukan.

Zat yang memegang peranan penting dalam nutrisi makro ini adalah protein, berfungsi menyusun sel-sel tubuh, bisa didapat dari tiga sumber, yaitu hewani (daging merah, daging ayam, ikan, telur), nabati (kacang-kacangan seperti tempe dan tahu), serta susu dan olahannya (keju, yogurt). Sementara, asupan nutrisi mikro adalah:

  1.     Asam folat, berperan dalam pembangunan DNA dan meminimalisasi risiko cacat pada janin (biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan).
  2.     Kalsium, berperan dalam pembentukan dan penguatan tulang (sereal, sayuran, ikan, produk susu dan olahannya).
  3.     Vitamin D, berperan sebagai penunjang dalam kesehatan tulang janin (ikan, telur, susu, dan sinar matahari).
  4.     Zat besi, berperan dalam pembentukan sel darah merah ibu dan janin (daging merah, daging ayam, ikan, dan sayuran hijau).

Menyusui

Pada ibu menyusui, nutrisi sangat diperlukan dalam kebutuhan produksi air susu untuk perkembangan bayi. Selama menyusui, ibu disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal, lebih tinggi bila dibanding saat hamil. Selain protein, ibu menyusui membutuhkan vitamin dan mineral serta cairan yang lebih banyak dari saat hamil. Karenanya, ibu menyusui dianjurkan untuk minum 2‒3 liter cairan per hari, bisa dalam bentuk air putih, jus buah dan sayur, dan susu.

Womanation, memilih makanan dengan kandungan nutrisi bergizi merupakan hal yang bijak demi kesehatan ibu dan bayi. Karenanya, tidak ada pantangan makanan (bergizi) saat ibu hamil dan menyusui, kecuali dalam kondisi gangguan kesehatan tertentu, seperti mengalami kolesterol tinggi, darah tinggi, dan asam urat.

Dalam kondisi seperti ini, ibu dapat memilih jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi tanpa mengabaikan faktor gizi. Misal saja, ibu dengan kolesterol tinggi lebih baik mengonsumsi ikan air tawar tanpa kandungan garam sebagai alternatif pengganti daging. Atau, ibu dengan asam urat bisa mengonsumsi jagung untuk mengganti sumber makanan kacang-kacangan.

Selain itu, pastikan juga untuk tidak lupa mengonsumsi susu guna mendukung nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui. Tantangannya, di tiga bulan awal masa kehamilan, ibu cenderung lebih sering merasakan mual, terutama saat meminum susu. Karenanya, Anda bisa memilih produk susu dengan varian rasa kesukaan yang dapat diseduh dengan air dingin untuk membantu mengurangi rasa mual.

 

 

Editor: Andiana Moedasir