The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Makin Nyaman Menyusui dalam Ruang Laktasi

Makin Nyaman Menyusui dalam Ruang Laktasi

Bukan hanya ibu bekerja dengan ketersediaan dukungan di lingkungan kerjanya, semua ibu menyusui menghadapi tantangan keterbatasan ruang laktasi saat bepergian ke tempat umum.

Menyusui begitu penting. Sebisa mungkin hal ini jadi sebuah norma yang berlaku di masyarakat. Setiap orang harus paham bahwa menyusui adalah hal yang alami, seperti makan dan minum. Karenanya, menyusui sejatinya dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Tahukah Anda bahwa pemerintah menetapkan peraturan khusus perihal ini?

Ruang Laktasi yang Berkualitas

Selain mengharuskan perkantoran dan area publik yang ada di Indonesia, milik instansi pemerintah maupun swasta, untuk menyediakan ruang laktasi, pemerintah juga menetapkan kebijakan perihal pembanguannya. Ruang laktasi diatur secara detail melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu. Aturan ini bahkan mengatur tata cara pembangunan ruang laktasi hingga pemilihan bahan bangunan. Wah!

Womanation, membuat atau membangun sebuah ruang menyusui bukan sekadar menyediakan ruang kosong. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sekaligus dipersiapkan, tentu dengan baik dan matang. Terpenting, faktor kenyamanan jadi yang utama.

Ibu yang sedang menyusui (termasuk memerah susu) membutuhkan kenyamanan tingkat tinggi, seperti suhu ruang yang sejuk (tidak panas atau terlalu dingin), fentilasi udara yang baik (termasuk tidak terpapar polusi), serta tempat duduk yang nyaman dan tidak membuat mudah lelah, demi kelancaran produksi ASI. Selain itu, dibutuhkan juga wastafel dan air yang dapat mengalir dengan baik.

Bagaimana Bentuk Ruang Laktasi yang Baik?

Seperti telah disebutkan, ketersediaan ruang laktasi di perkantoran dan area publik jadi sebuah keharusan guna mendukung proses menyusui (termasuk memerah susu) dan lancarnya produksi ASI yang berkualitas. Beberapa perkantoran di Indonesia memiliki ruang laktasi yang dikatakan sangat nyaman.

Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI, misalnya. Ruang menyusui di gedung perkantoran milik pemerintah ini memiliki pencahayaan ruangan yang tidak terlalu terang atau tidak temaram, suhu AC tidak terlalu dingin, bersih, dan tenang.

Di ruang ini disediakan kulkas dua pintu yang cukup besar dan ice pack untuk menyimpan ASI perah, alat sterilisasi botol dan breastpump, wastafel untuk menjaga higienitas tangan hingga botol, serta sofa-sofa, bantal, dan karpet yang bersih. Uniknya, jika ibu merasa lapar atau haus saat menyusui atau memerah susu, tersedia camilan granola dan susu kedelai. Jika ingin membelinya, ibu bisa meletakkan uang bayaran di toples yang disediakan.

Kini, area publik di Indonesia pun makin banyak yang dilengkapi dengan ruang laktasi. Sebut saja beberapa di antaranya Stasiun Purwekerto, Terminal Purabaya Surabaya, RSIA Permata Serdang Cilegon, dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Sementara, hampir di setiap mal yang ada di Indonesia sudah dilengkapi dengan sarana ini.

Grand Indonesia dikatakan memiliki ruang menyusui yang paling popular. Dalam satu hari saja, ruang laktasi di area ini bisa dikunjungi 70 ibu dan di akhir pekan bisa mencapai 150. Hal yang menjadikan ruang laktasi di mal ini menarik adalah temanya bergaya Carnival dengan dinding dan properti berwarna-warni, ruang menyusui menyatu dengan toilet anak, tersedia meja ganti popok, cermin besar, serta kursi berbentuk lucu dan warna-warni.

Womanation, apa Anda mulai tertarik untuk berburu ruang laktasi menarik di area publik lainnya? Jangan lupa share infonya di kolom komentar, ya!

 

 

Editor: Andiana Moedasir