The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Manfaat ASI Untuk Tingkat Kecerdasan & Keaktifan Anak

Manfaat ASI Untuk Tingkat Kecerdasan & Keaktifan Anak

ASI memang anugerah. Kehadirannya secara alami, tidak mungkin tak memberi arti. Manfaatnya? Segudang! Bukan hanya untuk bayi, tapi juga ibunda.

Powerful Woman, masih ada yang meragukan manfaat ASI? Sepertinya, enggan memberi ASI dan menyusui bayi bukanlan sebuah tren. Nyatanya, kini, banyak ibu muda di Indonesia yang makin tersadarkan betapa pentingnya ASI dan menyusui bayi mereka. Berbagai komunitas hingga seminar hadir dan diselenggarakan untuk mengedukasi terutama ibu dan ayah baru perihal ASI dan menyusui bayi. Tentu saja, ini sebuah dukungan.

Pentingnya pemberian ASI, bahkan diatur dalam Undang-Undang Kesehatan Pasal 128 (1), “Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.” Selain itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ASI diperlukan dalam membentuk hal penting dalam tubuh manusia, yaitu kekebalan dan pertumbuhan saraf motorik.

ASI: Bonding dan Perkembangan Anak

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa banyak manfaat dari ASI yang dapat diperoleh untuk ibu dan anak, di antaranya meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dan menurunkan risiko kanker payudara ibu.

Powerful Woman, menyusui bukan sekadar memberi ASI. Ada ikataan yang terbentuk antara ibu dan bayi. Sebuah penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa ibu yang menyusui secara langsung lebih sensitif terhadap isyarat bayi.

Ibu yang menyusui secara langsung cenderung lebih sering menyentuh, membelai, dan menatap bayi mereka sehingga memengaruhi proses bonding (perlekatan). Makin lama menyusui, ibu makin sering melakukan kontak kulit (skin to skin) dengan bayi mereka. Hal ini menimbulkan efek positif bagi masa perkembangan selanjutnya, yaitu mempercepat perkembangan lingual, sosial, serta motorik kasar dan halus anak pada usia 1.

ASI: Tingkat Kecerdasan dan Keaktifan?

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa ASI sama sekali tidak berkaitan dengan faktor kecerdasan anak. ASI hanya disebut mampu mengurangi tingkat keaktifan. Lisa-Christine Girard, peneliti asal Irlandia yang melakukan penelitian tersebut mengatakan, anak berusia antara tiga hingga lima yang diberi ASI ketika bayi mendapatkan skor lebih tinggi pada tes kognitif dibandingkan yang tidak mendapat ASI.
Namun, ia dan tim belum mampu menemukan hubungan sebab akibat langsung antara ASI dan kecerdasan anak.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa faktor sosioekonomi, perilaku keseluruhan, dan lingkungan menyumbang kemampuan kognitif lebih tinggi kepada anak. Ketika peneliti menghitung faktor-faktor tersebut, lebih sulit menemukan hubungan ASI dengan anak-anak yang lebih cerdas. Namun, peneliti mencatat bahwa anak-anak yang diberi ASI selama enam bulan pertama, tingkat keaktifannya berkurang pada usia tiga. Sampai usia lima, keaktifan tersebut tampak memudar.

Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui manfaat kandungan ASI dan proses menyusui bagi kecerdasan dan perkembangan anak. Memang, beberapa penelitian menyebutkan bahwa tidak ada hubungan ASI dengan tingkat kecerdasan anak. Hal ini justru lebih banyak dipengaruhi oleh peranan orang tua dalam proses bonding yang membuat otak anak berkembang maksimal.

Seperti halnya kecerdasan, faktor keaktifan dipengaruhi oleh peranan orang tua selama proses bonding dengan anak mereka. Bagaimanapun, keaktifan menjadi sebuah ciri perkembangan otak dan motorik saat anak mengeksplorasi banyak hal tentang diri, lingkungan, dan dunia mereka. Karenanya, wajar jika mereka sering melakukan hal tak terduga.

Powerful Woman, tahukah Anda bahwa tingkat keaktifan yang menjadi ciri anak aktif berbeda dengan istilah hiperaktif yang biasa kita dengar? Apa pun, dengan segudang manfaat ASI bagi Anda dan bayi, tentu Anda menyusui bukan untuk mentransfer kecerdasan, tapi cinta. Karenanya, keep calm and stay breastfeeding!

 

Editor: Andiana Moedasir