The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

5 Teknik Dasar Mudah Membuat Kue

5 Teknik Dasar Mudah Membuat Kue

Apa sih yang seru saat Ramadan? Walaupun bisa dilakukan di bulan lain, satu hal ini tetap jadi hal yang berbeda saat Ramadan tiba. Yap, membuat kue sendiri!

Memang, kita bisa dapati banyak kue enak dijual di pasaran. Tentu lebih praktis dan tidak perlu repot membuatnya jika kita memilih untuk membeli merek langganan. Namun, tidak ada salahnya sesekali mencoba mengulik resep kue sendiri. Selain hemat, rasa dan kreasinya pasti lebih istimewa. Apalagi, dipersembahkan untuk orang-orang tercinta. Ah, sedap!

Eits, jangan menyerah karena takut gagal, ya Womanation! Mumpung Ramadan masih panjang, coba perhatikan beberapa teknik mudah ini untuk menghindari kegagalan dalam membuat kue.

Pilih Tepung Terigu Sesuai Kebutuhan

Sebagai bahan utama pembuatan kue, tepung terigu terbagi menjadi tiga tingkat berdasarkan kandungan proteinnya. Nah, untuk membedakannya, coba Anda lihat keterangan di kemasan tepung terigu tersebut.

  1.     Tepung terigu protein tinggi. Jenis tepung ini cocok sekali untuk membuat adonan yang memerlukan tingkat elastisitas dan kekenyalan tinggi. Hasil olahan makanan menggunakan tepung ini biasanya mengembang, lembut, kenyal, dan elastis. Kelemahannya, tepung jenis ini tidak tahan lama sehingga makanan hasil olahannya cepat basi.
  2.     Tepung terigu protein sedang. Tepung jenis ini baik sekali untuk membuat makanan bertekstur lembut namun cukup mengembang. Tepung jenis ini paling aman. Jika tidak mempunyai tepung protein rendah atau tinggi, Anda bisa menggunakan tepung jenis ini. Karenanya, tepung ini disebut sebagai tepung untuk aneka makanan.
  3.     Tepung terigu protein rendah. Tepung jenis ini biasa digunakan untuk membuat adonan yang tidak memerlukan tekstur kenyal dan elastis sehingga baik untuk membuat kue-kue yang renyah. Kelebihan tepung terigu ini adalah lebih tahan lama karena kandungan proteinnya yang rendah. Oleh karena itu, makanan yang terbuat dari tepung ini tidak akan mudah berjamur. Itulah mengapa kue-kue kering khas lebaran dapat tahan hingga 6 bulan.

 

Nah Womanation, pastikan Anda menggunakan tepung terigu yang tepat untuk mengolah makanan yang akan dibuat, ya. Jangan sampai menggunakan tepung terigu protein tinggi untuk membuat kue kering. Sudah tentu hasilnya akan alot. Juga, jangan sampai membuat roti menggunakan tepung terigu protein rendah. Tentu saja hasilnya bantat, ya.
Womanation, pastikan Anda menggunakan tepung terigu yang tepat untuk mengolah makanan yang akan dibuat, ya!

Pilih Telur Segar dengan Benar

Telur dengan kondisi baik dilihat dari kekentalan putih telur saat cangkang dipecahkan. Idealnya, telur disimpan pada suhu ruang dan sebaiknya hindari menyimpan telur di dalam kulkas jika Anda akan menggunakannya untuk membuat kue.

Jika resep kue mengharuskan pengocokan terpisah antara putih dan kuning telur, Anda perlu memperhatikan bahwa wadah yang akan digunakan untuk mengocok putih telur tersebut bersih, tidak ada sisa minyak atau air, dan tidak ada kuning telurnya sama sekali. Jika hal ini dilakukan, dijamin putih telur Anda akan mengembang dan kaku secara sempurna.

Pilih Gula yang Tepat untuk Membuat Kue

Fungsi gula dalam kue atau roti selain sebagai pemanis adalah juga sebagai pengawet alami yang membuatnya tahan lebih lama. Seperti halnya tepung terigu, pemilihan gula bergantung pada jenis kue yang akan dibuat.

  1.     Gula pasir adalah gula putih yang biasa digunakan sehari-hari dengan tekstur lebih kasar.
  2.     Gula castor adalah gula putih yang memiliki tekstur lebih halus dibanding gula pasir, sering digunakan untuk membuat kue karena lebih cepat larut dalam adonan. Dengan sifatnya ini, gula castor bisa menghasilkan kue renyah dan dengan warna yang bagus.
  3.     Gula jawa (palm sugar) adalah gula berwarna cokelat, berasal dari keluarga pohon palem-paleman. Gula jenis ini biasa digunakan untuk muffin atau brownies karena akan menghasilkan tekstur yang kenyal.

 
Perhatikan Teknik Pengocokan dan Pengadukan Adonan

  1.     Menggunakan mikser. Hasil pengocokan adonan menggunakan mikser akan jauh lebih baik jika Anda memulainya dengan kecepatan rendah kemudian kecepatan dinaikkan secara bertahap. Kecepatan tertinggi pada tahap akhir diperlukan agar adonan dapat mengembang sempurna.
  2.     Menggunakan spatula. Jika Anda mengocok adonan menggunakan spatula, gunakan teknik aduk balik secara perlahan sampai adonan tercampur rata. Hal ini penting untuk dilakukan agar adonan tidak kempis atau kembali cair.

 
Perhatikan Teknik Memanggang Adonan

Sebelum memanggang, sebaiknya Anda memanaskan oven terlebih dahulu selama kurang lebih 15 menit agar proses pengembangan kue sempurna. Saat memasukkan adonan, suhu oven tidak boleh terlalu tinggi. Ini akan mengakibatkan kematangan yang tidak sempurna, yaitu pinggiran kue sudah gosong sementara bagian dalam masih mentah.

Namun, jangan juga suhu terlalu rendah karena mengakibatkan kue bantat. Suhu perlu disesuaikan dengan jenis kue yang dibuat. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti petunjuk resep. Jika adonan masih di dalam oven dan belum mengembang sempurna, jangan membuka pintu oven. Ini akan mengakibatkan kue mengempis (gagal mengembang).

Womanation, mudah bukan menerapkan tahapan teknik dasar ini? Jangan lupa menerapkannya untuk keberhasilan kue Anda, ya! Untuk memperoleh aneka resep kue lezat, Anda bisa kunjungi cookpad.com/id. Selamat berkreasi!

Image via wonderhowto.com

 

Editor: Andiana Moedasir