The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Siasati Konflik Suami Istri agar Cepat Reda

Siasati Konflik Suami Istri agar Cepat Reda

Pepatah bilang, “Hubungan tanpa pertengkaran seperti sayur tanpa garam: Hambar.” Tapi, kalau rumah tangga melulu berisi pertengkaran, bisa-bisa perang dunia ketiga yang ada. Betul, tidak?

Besar atau kecil, hubungan suami-istri dalam keluarga pasti diwarnai oleh pertengkaran. Nyatanya, membina hubungan dan menyatukan dua pikiran tidak semudah membalik telapak tangan. Belum lagi jika menyerempet atau berkaitan dengan urusan “kepala” lain, seperti anak, mertua, ipar, hingga tetangga. Hal sepele bisa jadi runyam. Intinya, pasti ada saja hal yang bisa dijadikan bahan pertengkaran antara suami istri.

Womanation, pertengkaran suami istri bisa jadi hal yang biasa. Seumur pernikahan berlangsung, pertengkaran akan selalu jadi hal yang mewarnai hubungan sebuah keluarga. Hal yang membuat sebuah pertengkaran jadi luar biasa adalah cara mengatasinya.

Terpenting, harus ada komunikasi yang kondusif dan sikap saling memahami dan menghormat peran masing-masing. Nah, berikut beberapa tip menyiasati sebuah pertengkaran agar jadi hal yang produktif dan bermanfaat demi kelangsungan pernikahan. Bagaimanapun, tidak ada yang menginginkan pernikahan seumur jagung, bukan?

Hindari Perdebatan Saat Emosi

Ingat pepatah “Api bertemu api akan jadi kebakaran?” Karenanya, hindari perdebatan jika Anda dan pasangan, atau salah satunya, dalam kondisi emosi. Tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan baik dalam kondisi seperti ini.

Jangan Berlebihan!

Hindari sikap mendramatisasi perasaan. Anda tidak sedang berperan dalam adegan sebuah sinetron. Cobalah atasi pertengkaran dengan lebih mengendalikan diri.

Aduh, Kok Merambat?

Sering sekali satu pertengkaran dikaitkan dengan masalah-masalah lain. Fokuslah pada masalah yang sedang terjadi dan jauhkan pikiran dan ucapan dari permasalahan lain yang tidak sesuai konteks.

Sssst, Jangan Berteriak!

Saat merasa emosi teramat sangat, cobalah untuk tidak berteriak apalagi sampai mengucapkan kalimat kasar atau yang dapat menyakiti hati pasangan. Ingat, bagaimanapun sebuah paku pada kayu dicabut, akan terdapat bekas lubang. Begitu pula dengan hati yang dilukai.

Jangan Menghindar!

Bagaimana mungkin pertengkaran yang ada terselesaikan jika Anda dan pasangan saling menghindar? Kapan pun momen baik itu datang, segeralah bicarakan permasalahan hingga didapat solusi terbaik untuk Anda dan pasangan.

Simpan Baik-baik, Ini Bukan Pengumuman!

Masalah yang terjadi antara suami-istri alangkah lebih baik jadi rahasia di antara keduanya. Orang lain, walaupun keluarga, tidak perlu mengetahuinya agar tidak jadi “bumbu penyedap” yang justru memperkeruh pertengkaran. Jika dirasa perlu berkonsultasi, pilihlah orang yang tepat, dapat dipercaya, dan mampu memberi nasihat dengan baik, berdasar kesepakatan Anda dan pasangan. Ingat, menyimpan “rahasia” tidak sama dengan memendamnya!

Gencatan Senjata

Hindari pertengkaran berlangsung lebih dari satu malam. Jika Anda dan pasangan belum menemukan jalan keluar terbaik, coba hentikan pertengkaran untuk sementara waktu. Biasanya, lepas bangun tidur hati dan pikiran jadi lebih baik dan diskusi dapat berjalan kondusif.

Womanation, tidak ada pasangan suami istri yang sempurna. Setiap langkah Anda dan pasangan adalah sebuah proses. Karenanya jika Anda dan pasangan sudah berada pada satu titik dan mengalami hal berat, ingatlah titik awal Anda memutuskan untuk melangkah dengan orang yang Anda pilih untuk menemani perjalanan hidup, orang yang bisa jadi adalah jawaban Tuhan atas doa yang Anda langitkan.

Pernikahan adalah untuk menuju kebahagiaan, maka gapailah! Ingat tujuan awal pernikahan Anda. Ajaklah pasangan untuk merenungkan kembali janji pernikahan yang pernah dibuat bersama.

 

Editor: Andiana Moedasir