The current Bet365 opening offer for new customers is market-leading bet365 mobile app You can get a free bet right now when you open an account.

Merdeka dari Belenggu Pikiran Tidak Mampu

Merdeka dari Belenggu Pikiran Tidak Mampu

“Wanita dijajah pria, sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu.” Familiar dengan lirik lagu tersebut Womanation?

Sebagian wanita telah merasakan kemerdekaan dengan bebas mengenyam pendidikan setinggi mungkin dan meraih peran yang dicita-citakannya. Nyatanya, kehidupan tidak berjalan semulus jalan tol yang (walaupun) terkadang mengalami macet.

Kehidupan mulus, datar, tanpa hambatan, tidak berlaku bagi sebagian wanita lain yang harus berjuang lebih, bukan sekadar melawan pikiran bahwa dirinya hanyalah wanita, lemah, dan tidak berdaya, tetapi juga melawan apa yang dianggap sebagai keterbatasan diri. Membebaskan diri dari belenggu pikiran yang ada.

Womanation, berikut beberapa wanita inspiratif versi Womanation. Siapa saja?

Safrina Rovasita

Menderita cerebal palsy (cacat otak) membuat kemampuan motorik Safrina Rovasita terganggu, sulit mengendalikan seluruh ototnya serta dalam berjalan dan berbicara. Mendapat perlakuan tidak menyenangkan sejak kecil karena kondisinya tersebut, mulai dari cibiran hingga dianggap mengalami keterbelakangan mental, tidak menjadikan Safrina mudah menyerah untuk meraih cita-cita bersekolah setinggi mungkin.

Ia mampu membuktikan bahwa dirinya bisa, (bahkan mungkin) melebihi orang lain dengan kondisi normal. Mengenyam pendidikan hingga S2, Safrina kini berprofesi sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapena Yogyakarta. Ia ingin membantu anak-anak difabel dan menunjukkan bahwa mereka juga bisa seperti dirinya, di tengah keterbatasan dan perlakuan “anak tiri” dari sebagian besar orang.

Erwiana Sulistyaningsih

Mencoba peruntungan rezeki dengan menjadi TKI di negeri orang bukanlah perkara mudah. Banyak kisah tidak mengenakkan sering kita dengar perihal tersebut. Salah satunya dari Erwiana Sulitsyaningsih yang harus mengalami perlakuan sangat tidak baik dari majikannya di Tseung Kwan O, Hong Kong. Belum genap setahun mengadu nasib, ia harus pulang ke rumahnya di daerah Ngawi dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, tubuh kurus dan penuh luka.

Namun, ia bangkit dari keterpurukan tersebut, tidak ingin banyak TKI lain mengalami hal serupa. Ia mengungkap perlakuan majikannya dan mendesak perbaikan hukum demi keamanan dan perlindungan bagi para TKI, khususnya di Hong Kong. Tak disangka, perjuangannya mendapat respons luar biasa dari dunia internasional. Bahkan, ia masuk dalam daftar seratus orang paling berpengaruh versi majalah Time dan menjadi tokoh inspiratif di bidang Hukum dan HAM.

Rita Erna Mayasari

Siapa bilang menjadi tentara mudah, terlebih bagi wanita? Bukan sekadar kekuatan dan kecakapan fisik, tentara harus menjadi ujung tombak negara dan dibutuhkan mental baja untuk menjadi bagian darinya. Adalah Rita Erna Mayasari yang mampu menunjukkan bahwa wanita memiliki hal yang dibutuhkan tersebut. Sejak 1997 Rita mengabdikan diri dengan menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia.

Bukan hanya itu, ia juga menjadi salah satu tentara wanita yang mengemban tugas sebagai perwakilan TNI dan Indonesia dalam Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL, misi perdamaian PBB, ke Lebanon. Bahkan, ia turut berpartisipasi meraih medali emas untuk ganda putri, medali perak untuk ganda campuran, serta medali perunggu untuk tunggal bulu tangkis dalam Inter Contingent Badminton Championship tingkat UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Womanation, terlepas dari latar belakang pendidikan, jabatan, status ekonomi, yakinlah bahwa pencapaian tertinggi seorang wanita adalah pada keikhlasannya menerima kodrat dan menjalankan peran sebagai sebaik-baik wanita di hadapan Tuhan dan makhluk-Nya. Dirgahayu ke-72 Indonesiaku, merdekalah wanita Indonesia dari belenggu pikiran-pikiran tidak mampu!

 

Editor: Andiana Moedasir