Ingin Menghindari Persaingan Antar Ibu? Ini Tipsnya!

Facebook
Instagram
ingin-menghindari-persaingan-antar-ibu_hero

“Kalau anakku, tiap mau makan dia sudah bisa pegang sendoknya sendiri dan makannya rapi,” ujar seorang ibu saat sedang berkumpul dengan ibu lainnya.

“Kalau si adik, sekarang udah bisa ngeja huruf A, B, C padahal umurnya baru 2 tahun, lho,” kata ibu yang lain dengan bangga dengan pola didiknya.

Pernahkah Anda berada dalam situasi di atas?

Dan pernahkah saat berkumpul, ngobrol-ngobrol dengan orang tua lain baik secara langsung maupun melalui teks singkat, Anda merasa seperti berada dalam persaingan dengan mereka?

Sekilas memang mungkin setiap cerita orang tua hanyalah sekadar mendeskripsikan tugasnya dalam membesarkan Si Kecil sambil menyiratkan kebanggaan dari kebisaan sang buah hati. Tapi, tak jarang dibalik itu tersembunyi rasa stres dan frustasi.

Entah karena rasa lelah, tidak menemui tempat bercerita yang tepat hingga sebenarnya Anda sedang berkompetisi dengan para ibu lainnya untuk seolah-olah menjadi orang tua terbaik dengan pola asuh yang paling benar.

Nah, hal inilah yang kerapkali terjadi. Terutama, ketika banyak orang tua baru merasa kepercayaan dirinya menurun pasca melahirkan.

Ada rasa ragu kepada diri sendiri saat mengasuh Si Kecil sekaligus berusaha mencari solusi dengan belajar pada banyak literatur, pengalaman orang lain, media sosial, sharing pada pakar, dan lainnya.

Kemudian ketika bertemu dengan orang tua lainnya, yang terjadi, ingin menunjukkan bahwa sudah berusaha menjadi ibu yang baik dengan bercerita mengenai banyak hal soal tumbuh kembang Si Kecil, pola asuh yang diterapkan, dan lain sebagainya.

Tentu tidak jadi masalah jika orang tua lain berpikiran terbuka dan menerimanya sebagai masukan, namun bukan tak mungkin pula ada yang merasa tersaingin.

Dan, pemikiran seperti inilah yang harus dihindari agar tak membebani diri sendiri.

Bagaimana kiat menghadapinya? Ikuti tips ini:

1. Menyadari Apa yang Sebenarnya Terjadi

Jujurlah pada diri sendiri dan tanyakan pada diri Anda beberapa pertanyaan, seperti: “Apakah benar orang-orang menganalisis kemampuan Anda menjadi orang tua? Ataukah hal tersebut sebenarnya hanya datang dari sugesti Anda sendiri?”.

Memang dibutuhkan pemikiran yang tenang untuk menjawab pertanyaan semacam itu, butuh pemikiran yang jernih untuk menyadari bahwa sebenarnya tak semua orang menilai kemampuan Anda dalam mengasuh Si Kecil.

2. Menahan Diri untuk Membuat Penilaian

Membuat asumsi tentang pilihan orang tua lain dan alasan di balik pilihan itu mungkin merupakan hal yang mudah dilakukan.

Namun, mencoba menempatkan diri pada posisi orang tua tersebut mungkin akan menyadarkan Anda bahwa bukanlah perkara mudah membuat keputusan dalam memilih mana yang baik bagi Si Kecil.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang proses pengambilan keputusan orang tua dan mengambil pelajaran berharga, tanyakan kepada seseorang yang memang berpengalaman. Misalnya, psikolog anak atau pakar keluarga lainnya.

3. Percaya Diri

Mungkin sulit bagi orang tua baru untuk memiliki keyakinan dalam keterampilan mereka, karena mereka tidak pernah berurusan dengan hal seperti ini sebelumnya.

Sekali lagi, tidak ada yang benar atau salah dengan pengasuhan, hanya pengalaman saja yang Anda butuhkan. Cobalah menyesuaikan diri dengan realita yang ada guna meningkatkan kepercayaan diri Anda dan mendapatkan motivasi yang dibutuhkan.

Pada awalnya, Anda mungkin lebih rentan untuk bersikap kompetitif, namun lama kelamaan Anda akan lebih memahami bahwa setiap keputusan akan didasari pada kebutuhan Si Kecil dan bukan atas dasar persaingan.

 

4. Menerima Perbedaan Pola Asuh

Akuilah bahwa setiap orang itu unik, yang berarti wajar saja jika keputusan mereka berbeda dengan Anda. Meskipun demikian, dalam semua perbedaan, berupayalah untuk mendukung satu sama lain.

Berupayalah untuk  menerima pilihan orang lain tanpa harus setuju dengan mereka. Kita semua tidak harus sama dalam bertindak agar bisa bergaul satu sama lain. Karena secara keseluruhan, menjadi orang tua adalah sebuah perjalanan.

Ingatlah bahwa tidak ada cara yang benar atau salah untuk menjadi orang tua, tugas kita hanya melakukan yang terbaik untuk membesarkan anak-anak yang cerdas dan mandiri.

5. Bertukar Pikiran Bukan Bersaing

Berhentilah menanamkan pola persaingan antar orang tua dan mulailah berangkulan untuk saling bertukar pikiran. Salah satu hal yang orang tua sukai tentang playgroup adalah bahwa ia menawarkan mereka kesempatan untuk bertukar tips tentang menjadi orang tua.

Dengan mempelajari apa yang orang lain lakukan dan bagaimana mereka mengatasi situasi tertentu, Anda bisa mendapatkan wawasan berharga tentang mengapa, bagaimana dan bagaimana cara mengasuh anak.

Dan jika Anda ingin bertukar pemikiran tentang mengasuh anak dengan ibu dan ayah lainnya, carilah komunitas yang tepat.

Jadi, sudah tahu cara menghindari persaingan antar ibu? Selamat mencoba dan menikmati setiap momen mengasuh buah hati, ya!

(MDP)

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial