Ketika Anak Mulai Minta Uang Jajan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Untuk bisa menggowes sepeda, kita perlu memiliki sepeda. Sedangkan untuk bisa mengatur keuangan, kita harus punya uang. Dengan memiliki uang sendiri, anak-anak akan bisa mengatur pengeluaran. Di sini peran orang tua untuk mengajarkannya, mana yang harus dibeli karena kebutuhan atau hanya keinginan semata.

Kita pasti bakal kaget saat anak berumur dua tahun, tiba-tiba berkata 'Nda, wit...wit..'. (Baca: Bunda, minta duit atau uang). Memang bukan kita yang mengajarkan untuk meminta uang tapi bisa jadi kakak atau lingkungan sekitarnya telah mengajarkannya untuk meminta uang kepada kita. Lalu apakah wajar jika ada seorang anak usia 2 tahun meminta uang jajan?

Dilansir melalui laman BabyCenter, idealnya anak diberi uang jajan saat usia 5 sampai 6 tahun. Namun ada juga yang memberikannya saat anak masuk TK, sedangkan lainnya lebih suka memberikan uang jajan saat anak berusia 10 tahun ke atas. Di Indonesia, anak sudah diberikan uang jajan saat menginjak Sekolah Dasar atau usia 5 sampai 6 tahun.

Dalam buku bertajuk Millionaire Babies or Bankrupt Brats? Love and Logic Solutions to Teaching Kids about Money yang ditulis Kristan Leatherman, mengatakan bahwa tidak ada usia ideal untuk memulai memberikan uang jajan.

"Waktu terbaik adalah saat anak Anda mulai mengerti bahwa uang bisa membeli apa saja yang dia inginkan," tulis Leatherman dalam bukunya itu.

Ketika anak mulai meminta uang jajan, kita sebagai orang tua sebaiknya mendampingi dia ke warung jajanan. Asupan jajanan pun harus dibatasi karena anak-anak masih dalam masa membutuhkan gizi yang baik.

Untuk itu penting untuk kita mengajarkan agar anak sangat memperhatikan jenis pangan jajanan yang diminatinya. Jika anak sudah cukup besar dan sudah trampil membaca, ajarkan agar anak untuk mencermati tanggal kadaluarsa atau nilai gizi suatu produk.  Selain itu, ingatkan untuk memilih kemasan yang masih tertutup rapat, memastikan kualitas pangan jajanan yang baik. 

Oia, berikan anak uang jajan secukupnya. Biasanya, cukup satu lembar pecahan kecil. Hindari memberi uang logam untuk mencegah anak memasukkannya ke dalam mulut.

Ingatlah. Jika anak Anda sudah bisa meminta uang jajan, setidaknya ada dua hal yang dia inginkan. Pertama adalah ingin memiliki uang untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Kedua adalah adanya keinginan untuk membeli barang namun tidak tahu berapa harganya. Pastikan anak kita bukan hanya menginginkan yang kedua, tapi juga yang pertama ya :D

 

Search