Pilih Pasar Tradisional atau Supermarket?

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Di tengah populasi Indonesia yang terus tumbuh, jumlah pasar tradisional pun harus bisa mengimbangi sebagai penyedia makanan bernutrisi bagi warga. Kendati demikian, saat ini banyak orang Indonesia yang lebih memilih untuk berbelanja di supermarket atau minimarket ketimbang ke pasar tradisional. 

Saat ini jumlah pasar tradisional di Indonesia mencapai 13.450 unit dengan 12,6 juta pedagang kecil. Sedangkan jumlah pasar modern ada 23.000 unit dengan 14.000-nya adalah kelompok usaha minimarket. Ini menunjukkan betapa pasar modern sudah semakin besar, bahkan jumlah minimarket lebih banyak ketimbang pasar tradisional.

Bisa dibilang, pembeli dimanjakan dengan suasana supermarket atau pasar moderen yang cukup nyaman. Lingkungannya bersih, tidak ada tanah becek karena lantai tokonya ditutupi keramik. Belum lagi kondisi ruangan tertutup dan ber-AC, memastikan pengunjung tidak gerah dan berkeringat.

Belanja di supermarket memang terkadang lebih mahal ketimbang di pasar tradisional. Namun berbelanja di supermarket diakui lebih nyaman. Inilah sebabnya ada harga lebih yang harus kita bayar untuk lantai keramik dan AC serta kenyamanan lainnya. 

Untuk urusan kesegaran sayur dan buah atau ikan daging, pihak supermarket ada yang membeli langsung dari petani, bahkan ada yang memiliki perkebunan sendiri sehingga stok sayuran dan lainnya bisa dijamin kesegarannya. Apalagi, supermarket memiliki cold storage atau freezeryang bisa memperlambat kerusakan produk dalam jumlah banyak.

Menurut Marina Queirola, Food Manager di Evergreen Brickworks, makanan hasil belanja di pasar tradisional lebih tahan lama ketimbang di supermarket. Pasalnya, dilansir dari Best Health, makanan di supermarket (sayur atau buah) telah mengalami durasi yang panjang untuk bisa mencapai etalase supermarket. Mulai dari pengepakan, pengiriman, masuk gudang supermarket, kemudian dikemas kembali untuk dipajang di etalase. 

"Setidaknya butuh satu sampai dua hari, baru dipajang di etalase supermarket. Sedangkan makanan di pasar tradisional biasanya langsung dibawa, dari perkebunan/ladang langsung ke pasar," katanya.

Sayur dan buah ini memang tetap terlihat segar meski sudah berhari-hari berada di etalase, namun nutrisinya berkurang dari hari ke hari setelah dipanen. Bagaimanapun juga, ibu-ibu harus lebih teliti ketika membeli sayur baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket.

Laman itu juga menyebut, tidak ada makanan yang tidak segar di pasar tradisional. Banyak yang bilang bahwa makanan yang dibawa langsung ke pasar tradisional kerap memiliki antioksidan dan phytonutrients. Akan tetapi, dengan kemajuan teknologi pangan, aneka variasi makanan sehat bergizi juga dapat ditemui di supermarket terdekat. 

 

Jadi, pilihan kembali lagi pada setiap individu, pilih belanja di pasar atau supermarket? 

 

 

Search