Komunitas Buku Berkaki: Ketika Buku Berjalan Menuju Pembaca

Facebook
Instagram
no-image

Bukanlah sebuah rahasia umum bahwa hingga kemerdekaan Indonesia berusia 71, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses mengenyam pendidikan formal selayaknya.

Berdasarkan data UNICEF tahun 2016, sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan.

Powerful Woman, pendidikan formal jadi sebuah jaminan bagi keberlangsungan masa depan generasi bangsa. Namun, faktor ekonomi selalu jadi alasan di balik tidak tercapainya cita-cita tersebut. Adakah cara lain yang dapat dilakukan? Bisakah kita menyumbang sesuatu demi membantu anak-anak yang tidak dapat menikmati pendidikan
sebagaimana layaknya? Untuk skala yang lebih besar, hal ini dapat memajukan generasi penerus bangsa. Iya, bangsa kita: Indonesia!

Buku Berkaki

Di tengah berkembangnya kesadaran masyarakat untuk memajukan generasi muda penerus bangsa melalui berbagai komunitas pendidikan, Buku Berkaki hadir sebagai sebuah komunitas yang membuka akses jendela informasi dunia (buku) kepada anak-anak yang kurang beruntung sekaligus meningkatkan minat baca mereka. Buku Berkaki adalah gerakan pecinta buku yang bertujuan menyebarkan sebanyak mungkin buku kepada anak-anak kurang mampu.

Uniknya, seperti perpustakaan keliling, Buku Berkaki memfasilitasi koleksi bukunya untuk “berjalan-jalan” dari satu tempat ke tempat lain. Konsepnya, koleksi buku didrop di panti asuhan atau rumah singgah yang menampung anak usia balita hingga SMA selama beberapa minggu, kemudian akan diambil dan ditukar dengan koleksi buku lainnya.

Misi

Sesuai konsep yang diusungnya, Buku Berkaki memiliki misi untuk:
1. Membantu membukakan jendela dunia melalui buku untuk anak yang kurang mendapatkan akses bacaan.
2. Memperluas dan memperkaya bacaan serta memudahkan akses untuk mendapatkannya bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Karenanya, komunitas ini dengan para penggiatnya yang disebut Krucil, berkeliling ke panti-panti asuhan untuk berbagi dan membacakan buku kepada anak-anak.

Apa Saja Kegiatannya?

Komunitas yang kini tidak hanya ada di Jabodetabek tapi juga telah hadir di Pontianak, Bandung, Jogjakarta, Lumajang, Balikpapan, dan Surabaya ini memulai perjalanannya dalam menyebarkan minat baca pada 30 September 2011. Buku-buku yang diterima oleh Buku Berkaki merupakan buku-buku layak baca (novel, komik, majalah, buku pelajaran) hasil donasi masyarakat.

Seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya pengalaman yang diperoleh, Buku Berkaki jadi semacam wadah pendidikan informal maupun hiburan bagi anak-anak dengan kegiatan-kegiatan menarik yang diselenggarakannya, seperti mendongeng, bereksperimen, literasi menabung, hingga buka puasa bersama.

Powerful Woman, tertarik untuk donasi buku bagi komunitas ini? Atau, Anda malah tertarik menyumbang ilmu dan tenaga melalui komunitas ini? Coba kunjungi bukuberkaki.org dan dapatkan informasi lebih lanjut melalui laman tersebut. Apa pun, sedikit dari Anda, berarti besar bagi mereka yang kurang mampu. Selamat menjadi lebih peduli!

 

 

Editor: Andiana Moedasir

 

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial