Maika Randini: Semakin Muda Usia Seseorang Mendapatkan Asuransi, Akan Semakin Baik

Facebook
Instagram
no-image

Asuransi, masih banyak orang Indonesia yang memiliki persepsi bahwa membeli asuransi adalah sama saja dengan membuang uang secara percuma. Ternyata, persepsi tersebut salah besar loh, Powerful Woman. Berdasarkan data dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di tahun 2016, tingkat utilisasi asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen. Padahal, potensi pasar asuransi di Indonesia adalah sebesar 88,19 persen. Fakta ini menunjukan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap manfaat produk asuransi masih sangat minim.

Hal demikian telah lama disadari oleh Maika Randini, Chief of Marketing (CMO) FWD Life Indonesia. Menurut Maika, melakukan proteksi sejak usia dini adalah suatu hal yang sangat penting. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan dan resiko yang akan kita hadapi di waktu mendatang.

“Hidup itu tidak selalu indah. Misalnya saja, tiba-tiba terjadi kecelakaan atau resiko-resiko lain. Kita tidak usah bica resiko deh, saya sebagai ibu selalu merasa banyak takutnya. Saya takut banget naik pesawat. Karena nanti kalau saya kenapa-kenapa, anak saya nanti gimana? Siapa yang jagain dia? Jadi saya takut, mau ikut rafting aja takut. Semuanya jadi tidak bebas, kepala kita tidak berhenti memikirkan resiko-resiko tersebut. Pilih yang aman aja deh kalau gitu. Tapi jadi gak bebas juga kan? Nah, tapi kalau kita punya perlindungan (asuransi), artinya kita nyiapin sesuatu buat anak kita, bahwa kita ada di situ kan kita jadinya lebih tenang.” Ungkap Maika.

Masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum memahami produk-produk dan manfaat asuransi yang telah ada memang menjadi tantang sendiri untuk Maika ketika dirinya mulai bergabung dengan FWD Life Indonesia. Tantangan ini Maika jawab dengan menyiapkan berbagai aktivitas bersama tim FWD Life Indonesia yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai pentingnya menggunakan asuransi untuk melindungi keluarga mereka.

Powerful Woman, melakukan proteksi sejak dini adalah pilihan yang sangat tepat loh. Jangan sampai kalian berpikiran bahwa memberikan asuransi adalah pilihan yang berlebihan ya. Sebab, semakin muda usia seseorang mendapatkan perlindungan dari asuransi, maka akan semakin baik.

Dalam interview bersama tim Womanation, Maika menjelaskan “Jadi, untuk bayi yang baru lahir pun langsung apabila langsung diasuransikan akan semakin baik. Contohnya asuransi kesehatan, asuransi kesehatan itu kalau kita masuknya di umur kita saat ini (Misal 25 tahun) pasti kan udah pernah sakit, ketika kita masuk asuransi, itu kan ada pre existing condition, di mana asuransi tidak akan meng-cover penyakit tersebut. Paling tidak kita harus menambah 3 tahun lagi. Jadi waktu 3 tahun tersebut, akan digunakan untuk meng-cover penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada. Coba banyangin kalau dari umur 0 tahun langsung diberikan asuransi kesehatan, ya dia udah dari lahir, gak ada pre existing condititon segala macem, jadi kalau besok sakit ya semua penyakit akan tercover.”

Prinsip saya dalam menjalani tugas sebagai CMO FWD Life Indonesia adalah you have to be kind to people. Karena saya pikir, kita tidak pernah tau kapan kita butuh bantuan orang lain. Atau kita tidak pernah tau kapan akan bersinggungan dengan orang itu. Jadi, saya prinsipnya adalah be kind. Karena we are dealing with people. Sebenarnya posisisi ini berat untuk saya, karena saya itu tipe orang yang khawatiran, tetapi kalau kita mulai seperti itu, kok kita jadi takut sendiri dan akhirnya jadi tidak bisa berpikiran baik atau berbaik sangka dengan orang lain. Kalau kita tidak begitu, itu akan membuat jarak antara kita dengan yang lain. Untuk dipekerjaan, saya sudah commit untuk lebih banyak memberikan kebaikannya. Saya jadi berpikir bersama tim “how can i help you” baik untuk ke semua orang atau kepada stakeholder (relasi) kami.

Asuransi dan financial planning memang tidak bisa dilepaskan begitu saja ya, Powerful Woman. Sebagai seorang perempuan yang juga memiliki peran penting dalam membantu perputaran uang di dalam keluarga. Kita harus pintar memilih konsep financial planning seperti apa yang cocok untuk diterapkan di keluarga kita. Maika berbagi tips mengatur keuangan yang bisa ia terapkan di keluarganya

“Pertama-tamanya itu harus dibikin dulu kotak-kotaknya. Berapa porsi dari setiap kotak keuangan kita. Kalau saya biasanya langsung dibagi 50 persen untuk tabungan, asuransi dan segala macam. Lalu 50 persen nya lagi untuk kebutuhan rumah, seperti misalnya sekolah anak. Dari 50 persen ini saya biasanya saya lihat untuk uang asuransi berapa, tabungan berapa. Jadi benar-benar harus dikotakin dulu. Tapi yang sering tidak terhitung, kalau misalnya jalan-jalan saat weekend. Itu masuk 50 persen yang mana atau misalnya lagi ada sale barang-barang tertentu, itu masuk ke kotak yang mana ya? Terkadang juga biasanya kita sering mikir “ini kan bukan tiap bulan ya, yaudah ambil aja dikit dari tabungan” Tapi ternyata, kok ini setiap bulan ya, ada aja yang kita beli. Jadi saya lebih baik membuat planning lebih ke depan menegenai pengeluaran mingguan bersama keluarga. Dibandingkan saya mikirnya belakangan.

Jadi disiiapin juga uang yang buat hura-hura yang akan dihabiskan bersama keluarga berapa setiap bulannya. Kalau misalnya setiap weekend memang senang jalan-jalan ke mall, ya setiap weekend di budgetin. Jangan lupa tentukan goals berasa keluarga Anda itu apa? Misalnya, saya dan suami saya berniat untuk punya rumah di tahun depan. Oke berarti kita harus siapin apa saja ya? Misalnya untuk beli rumah ini kita butuh DP. Nah untuk DP rumah ini kita masukin nih pundi-pundinya ke tabungan kita itu. “ Diujung perbincangan Maika bersama tim Womanation, Maika berpesan untuk para Powerful Woman “Be happy. Karena we have a lot of my self.  You always have a reason not to be happy. Be happy with what you have. “

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial