Mengenal Berbagai Jenis Ruam pada Bayi

Facebook
Instagram
WhatsApp Image 2019-06-28 at 20.27.13

Ruam menjadi masalah kesehatan kulit yang paling sering terjadi pada bayi dan balita. Masalah ini menyebabkan mereka merasa kurang nyaman, namun umum terjadi dan biasanya tidak diikuti dengan penyakit lain yang berbahaya. Jika sudah begitu, besar kemungkinan anak jadi rewel, mudah menangis atau lebih manja kepada Moms.

Kebanyakan ruam tidak mengancam keselamatan anak, dan banyak yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Meski terdengar tidak berbahaya, Moms tetap perlu waspada dengan berbagai jenis ruam yang menyerang anak.

Ada banyak jenis ruam yang sering menyerang buah hati. Apa saja sih jenis-jenis ruam tersebut? Simak, yuk.

  1. Ruam Popok

Bagi bayi yang masih sering memakai popok sekali pakai (pospak), masalah ruam popok ini sepertinya sangat sering terjadi. Ruam popok ditandai dengan kulit kemerahan dan gatal di sekitar area yang tertutup popok.

Untuk mengatasinya, bersihkan kulit yang mengalami ruam dengan dibilas air, kemudian area bokong dibersihkan menggunakan kasa atau kapas bayi. Jika memakai tisu basah, hindari yang mengandung alkohol.

Lalu rutin mengganti popok setiap 2-3 jam sekali dan berikan salep yang bersifat mendinginkan kulit, seperti Sudocrem. Sudocream terbukti secara klinis dapat melembutkan, melindungi dan melembabkan kulit bayi dan bekerja melalui tiga mekanisme, yaitu mengandung emolien yang berfungsi melembutkan kulit yang mengalami luka, mengandung bahan yang bersifat “mendinginkan” atau cooling untuk membantu meredakan nyeri dan iritasi, dan bersifat tahan atau anti-air untuk membentuk barier pelindung.

Sebagai informasi penting nih Moms, sebagian besar orang tua berpendapat bahwa semakin banyak krim popok yang dioleskan, maka akan menghasilkan efek proteksi kulit bayi yang semakin baik. Pendapat ini tidak benar, karena bukan seperti itu mekanisme kerja dari barier krim popok.

  1. Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD)

HFMD biasanya diawali dengan demam, nyeri tenggorokan, nafsu makan menurun dan tidak enak badan. Setelah demam 1-2 hari, akan timbul bintik-bintik merah di rongga mulut yang kemudian pecah menjadi sariawan.

Sekitar 1-2 hari setelah sariawan, timbul ruam di kulit dan bintik-bintik merah di telap tangan dan kaki. Ruam ini juga bisa timbul di tungkai kaki, lengan, bokong dan kulit sekitar kemaluan. Maka jika anak menunjukkan gejala-gejala di atas, Moms perlu mencurigai anak terkena HFMD.

Menurut IDAI, tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD. Dokter mungkin hanya akan mengobati keluhan yang timbul akibat infeksi virus ini saja. Misalnya memberikan parasetamol untuk mengatasi demam dan nyeri.

  1. Psoriasis

Psoriasis adalah masalah kulit kronis yang biasanya sulit disembuhkan. Psoriasis menyebabkan kulit anak merah, berkelupas, kering, dan ruam menyelimuti area kulit dengan sisik berwarna perak.

Tingkatan psoriasis pada tiap penderitanya akan berbeda-beda. Ada yang hanya seperti iritasi ringan, namun ada juga yang sampai sangat parah hingga memengaruhi kualitas hidupnya.

Sayangnya, masalah kulit yang satu ini tidak dapat disembuhkan. Walau begitu, masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan keluhan dan memerbaiki tampilan kulit yang pecah-pecah. Contohnya, Moms bisa memberikan kortikosteroid berbentuk krim yang bisa dioleskan ke kulit.

  1. Biduran (Urtikaria)

Biduran atau Urtikaria menyebabkan rasa gatal yang hebat. Bahkan terkadang ada penderita biduran yang merasakan sensasi seperti terbakar.

Biduran ini biasanya terjadi di satu area tubuh, namun tidak menutup kemungkinan terjadi di berbagai area tubuh.

Biduran terjadi ketika satu pemicu menyebabkan kadar histamin di tubuh anak meningkat, dan tubuh melepaskan zat kimia lainnya. Ini menyebabkan pembuluh darah di kulit anak terbuka, dan membuat kulit kemerahan atau pink, bengkak dan gatal. Meski sangat mengganggu, namun ini bisa diatasi dengan penggunaan obat antihistamin.

Semoga penyakit kulit pada anak Moms cepat teratasi, ya.

 

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial