MRT Jakarta Diluncurkan, Era Baru Transportasi Publik di Tanah Air

Facebook
Instagram
bb1ce1aa-1b5a-4779-99bd-31455a1bdedb

Jakarta sebagai salah satu kota megapolitan di Asia Tenggara ternyata menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kondisi lalu lintas terpadat ketiga di dunia, setelah Mexico City dan Bangkok, berdasaran riset penelitian Tomtom Traffic Index.

Untuk itu, Indonesia perlu moda transportasi yang mampu mengatasi kepadatan lalulintas tersebut. Proyek MRT Jakarta sebagai salah satu moda transportasi publik unggulan diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada hari Minggu (24/3).

Melalui peresmian tersebut, diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan serta kesadaran masyarakat untuk menggunakan moda transportasi publik yang aman dan nyaman, serta berdampak besar mengurangi kepadatan lalu-lintas serta tingkat polusi kendaraan di Jakarta.

Berdasarkan situs resmi jakartamrt.co.id, proyek MRT Jakarta memiliki sejarah panjang karena sudah diinisiasi sejak tahun 1985, namun pada saat itu belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Baru pada tahun 2005, Pemerintah Indonesia menyatakan proyek MRT sebagai proyek nasional. Proyek tersebut dimulai dengan pembangunan jalur MRT Fase I sepanjang ± 16 kilometer dari Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia yang memiliki 13 stasiun berikut 1 Depo. Untuk meminimalisir dampak pembangunan fisik Fase I, selain menggandeng konsultan manajemen lalu lintas, PT MRT Jakarta juga memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Selain Presiden Jokowi, peresmian MRT Jakarta di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI)juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

“Ini adalah sebuah budaya baru karena merupakan yang pertama di negara Indonesia,” kata Jokowi. Fase pertama MRT ini melayani rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Di saat yang sama, Presiden juga mencanangkan fase kedua yang merupakan rute Bundaran HI-Kota. Setelah diresmikan, MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Senin (25/3/2019). Pada operasi 25 Maret 2019, MRT Jakarta masih dapat dinikmati gratis dengan cara mengisi data di pintu masuk, kata Direktur MRT Jakarta, William Sabandar. Baru kemudian pada 1 April 2019 MRT Jakarta beroperasi secara komersial. Meski begitu, besaran tarifnya masih belum ditentukan.

 

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial