Potensi Tersembunyi dari Barang-Barang Preloved

Facebook
Instagram
no-image

Powerful Woman, di bulan September 2017 Carousell, sebuah mobile classifieds marketplace, telah mengungkap tren preloved di Indonesia di tahun 2017 melalui survei yang dilakukan di antara 1.000 orang Indonesia berusia 20-40 tahun. Hasil survei mengemukakan kini banyak masyarakat Indonesia yang menyadari nilai lebih dari pasar preloved. Tidak hanya sekedar menemukan barang-barang unik dan mendapatkan penawaran menarik, namun juga masyarakat Indonesia bisa menjadi bagian dari pasar ekonomi yang memungkinkan mereka meningkatkan pendapatan dengan menjual barang-barang yang tidak terpakai.

Berikut ini adalah temuan-temuan unik dari hasil survei Carousell Indonesia:

Banyak potensi tersembunyi dari barang-barang tidak terpakai di rumah

– 7 dari 10 orang Indonesia suka menumpuk barang di rumah. 82% menumpuk hingga 29 barang tidak terpakai di rumah, di antaranya paling banyak menumpuk mainan dan permainan papan, barang fashion, dan buku.

– 65% masyarakat Indonesia mengaku kesulitan melepas barang-barang tidak terpakai tersebut. 39% di antaranya dipengaruhi kenangan yang terkait sehingga kesulitan melepas barang tersebut.

– Nilai dari barang-barang tidak terpakai ternyata cukup mengejutkan. Lebih dari 60% masyarakat Indonesia telah menumpuk barang tidak terpakai yang berpotensi bernilai hingga Rp5 Juta, sementara 16% berpikir bahwa mereka menumpuk barang bernilai lebih dari Rp10 Juta.

– Kategori elektronik dan gadget terbukti memiliki nilai tertinggi di pasar preloved, diikuti oleh kategori fashion dan kategori orang tua dan anak. Kisaran nilai tumpukan barang tidak terpakai pada kategori preloved fashion dan orang tua & anak-anak berada di antara Rp500.000 – 3.000.000, sementara pada kategori gadget dan barang elektronik berada pada Rp1.000.000 – 5.000.000

Masyarakat Indonesia merupakan pendukung besar pasar preloved

– 8 dari 10 orang Indonesia terbuka untuk rutin membeli barang preloved setidaknya sebulan sekali. Angka tersebut lebih tinggi dari angka rata-rata pasar APAC/global. Gadget dan barang elektronik, pakaian pria dan wanita dan barang branded adalah kategori barang preloved yang paling banyak dicari.
    Keinginan untuk menemukan barang langka merupakan faktor motivasi utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Alasan berikutnya adalah menghemat uang dari harga diskon

Pasar preloved telah menjadi solusi yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia untuk mengikuti tren terbaru

– Pasar preloved memudahkan masyarakat Indonesia untuk menemukan dan menjual smartphone preloved dengan harga yang menarik. 7 dari 10 orang Indonesia mempertimbangkan untuk membeli smartphone preloved daripada yang baru dengan alokasi anggaran lebih dari Rp5 Juta dalam setahun.  Sebelum membuat keputusan akhir, 89% mempertimbangkan kondisi gadget preloved, diikuti dengan pentingnya mendapat satu set yang masih lengkap dan garansi yang masih berlaku.

– Orang tua Indonesia pun menjadikan preloved sebagai solusi alternatif belanja terutama yang berkaitan dengan keperluan bayi. 84% orang tua Indonesia bahkan tidak segan membeli barang preloved, termasuk seperti baju, stroller, dan mainan anak-anak. Angka ini bahkan lebih tinggi dari nilai rata-rata global dan negara lain di Asia Pasifik.

– 8 dari 10 masyarakat Indonesia telah berkontribusi besar dalam membantu pertumbuhan penjualan produk fashion preloved. 85% orang Indonesia terbiasa menyimpan hingga 30 barang fashion yang tidak terpakai lagi setelah 15 kali pemakaian. Selain memilih untuk memberikannya kepada kenalan/kerabat, setengah dari masyarakat Indonesia memilih menjual fashion preloved tersebut secara online.

Pasar preloved dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia

– Pasar preloved menawarkan lebih dari sekedar apa yang konsumen inginkan, di mana kebanyakan dari mereka telah menyadari adanya keuntungan finansial di pasar preloved.Pasar preloved dapat meningkatkan pendapatan dengan menjual barang-barang tidak terpakai. Pendapatan ekstra ini memungkinkan mereka untuk menabung, membeli kebutuhan lain untuk diri sendiri bahkan pergi traveling.

Tingginya potensi pertumbuhan pasar preloved di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh keterbukaan masyarakat untuk berbelanja online.

– 70% masyarakat Indonesia percaya bahwa risiko penipuan tidak hanya bisa terjadi di online saja, sehingga perlu berhati-hati dalam setiap pembelian.

Apakah Anda menjadi salah satu orang yang sering menumpuk barang-barang di rumah? Coba dicek yuk, lumayan loh buat jadi uang belanja tambahan .

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial