Program JOHNSON’S® ‘Sentuhan Cinta’ Sukses Mendapatkan Dukungan Lebih dari 145.000 Para Ibu di Indonesia

Facebook
Instagram
no-image

Sentuhan cinta orangtua kepada anak sangat penting dalam setiap periode tumbuh kembang mereka. PT Johnson & Johnson Indonesia melalui merek JOHNSON’S® mengumumkan hasil dari program kampanye JOHNSON’S® “Sentuhan Cinta” yang telah berjalan sejak 1 April lalu. Program ini pentingnya sentuhan cinta orangtua pada periode emas melalui ritual pijat agar bayi tumbuh secara optimal.

Program ini telah mendapatkan respon positif dan dukungan dari lebih dari 145.000 orangtua, khususnya para ibu di Indonesia yang berpartisipasi dalam mendukung pentingnya sentuhan cinta orangtua pada periode emas melalui ritual pijat agar bayi tumbuh secara optimal.

Melalui program “Sentuhan Cinta”, JOHNSON’S® telah menyelenggarakan edukasi pelatihan pijat bayi di 15 kota di Indonesia dan bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, Alfamart dan Shopee untuk membangun Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di Dusun Randusongo, Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT. Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, “Johnson & Johnson percaya bahwa kami membangun merek dengan tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi angka kematian bayi dan mendukung Sustainable Development Goals (SDG), kami bekerja sama dengan Alfamart, Shopee dan Habitat for Humanity Indonesia dalam program Sentuhan Cinta. JOHNSON’S® membimbing dan mengadvokasi orangtua dengan memberikan mereka pengetahuan mengenai ritual pijat selama periode emas bayi.”

“Program yang telah berjalan selama dua bulan ini mendapat dukungan dari lebih dari 145.000 orangtua, khususnya para ibu, di seluruh Indonesia. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para orangtua dan mitra kami yang dengan sepenuh hati memberikan dukungan mereka kepada semua bayi Indonesia agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Semua hasil donasi ini telah diserahkan kepada Habitat for Humanity Indonesia untuk membangun Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di Dusun Randusongo, Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, sehingga orangtua di wilayah tersebut dapat memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan dan memantau kesehatan bayi mereka dengan mudah,” tambah Lakish.

Periode emas atau 1000 hari pertama kehidupan adalah periode yang istimewa dimana fondasi dari kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan saraf yang optimal selama hidup terbentuk. Dalam kesempatan yang sama, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA (K), MPH, Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial mengatakan bahwa “Orang tua memiliki peran penting selama periode emas bayi, sebab periode ini merupakan periode paling penting untuk pertumbuhan bayi. Pada 1000 hari kehidupan, otak bayi berkembang paling cepat, sistem pencernaan berkembang, menguat, dan fungsi kognitif mereka terbentuk. Kontak fisik adalah hal penting yang orangtua dapat lakukan sebagai ikatan emosional pertama bayi dengan orangtua mereka. Hal tersebut membantu merangsang indera mereka dan merupakan kunci untuk kesehatan dan perkembangan bayi.”

“Salah satu kontak fisik yang dapat dilakukan orang tua secara rutin adalah ritual pijat bayi yang memiliki banyak manfaat termasuk membangun ikatan yang lebih kuat, melancarkan peredaran darah, menstimulasi perkembangan emosi dan psikologis, melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan makanan bagi bayi, meningkatkan imunitas dan kualitas tidur,” tambah dr. Bernie.

Wynne Lukman, Brand Manager JOHNSON’S® juga menyatakan, “Kami percaya bahwa ritual pijat adalah cara terbaik untuk membantu memperkuat ikatan dan merupakan kunci perkembangan anak. Dengan demikian, selama lebih dari 40 tahun kami telah mengadvokasi orangtua tentang pentingnya sentuhan cinta orangtua. Tahun ini, bersama dengan 22 Tim Edukasi Profesional dari JOHNSON’S®, kami telah mengedukasi para ibu di 15 kota di Indonesia tentang ritual pijat dan manfaatnya terutama selama periode emas.”

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan, bahwa berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian bayi di Indonesia menurun dari 32 per 1.000 kelahiran hidup pada 2012 menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017. Semoga angka kematian bayi di Indonesia terus menurun ya.

Posted in , ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial