Selain Indonesia, Berikut Negara-negara di Asia yang Memberi Cuti Haid untuk Pekerja Wanita

Facebook
Instagram
cuti haid.jpg

cuti haid.jpg

womantion – Ketika haid datang, masalah pertama yang dihadapi pada wanita adalah perubahan secara fisik maupun psikologis. Secara fisik, wanita akan merasakan kram perut, sakit di sekitar payudara, dan pegal-pegal. Secara psikologis, perubahan hormon mengakibatkan wanita rentan stres, moody, dan sensitif seperti mudah marah atau menangis. Hal ini tentunya akan menggangu produktivitas dalam bekerja. Oleh karena itu, dengan adanya masalah tersebut, timbul kebijakan cuti haid bagi pekerja wanita untuk alasan kesehatan. Berikut beberapa Negara di Asia yang memberlakukan cuti haid bagi pekerja wanita.

1. Indonesia

Indonesia menetapak cuti haid sejak 2003. Pengaturan mengenai cuti haid dapat kita jumpai dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. Sehingga para pekerja wanita mendapatkan dua hari cuti haid tiap bulan  dan perusahaan harus memberi izin cuti  tersebut. Namun kenyataan banyak perusahaan yang mengabaikan aturan ini. Ditambah dengan belum banyak wanita yang menyadari haknya untuk mengambil cuti.

2. Jepang

Jepang memberlakukan cuti menstruasi sejak setelah akhir perang dunia II. Wanita yang menderita nyeri saat datang bulan, diperbolehkan untuk mengambil cuti (seirikyuuka). Hal ini berdasarkan hukum ketenagakerjaan tahun 1947. Kebijakan ini dibuat karena saat itu para wanita Jepang banyak terlibat di medan yang cukup keras untuk bekerjaan dalam rangka membangunan perekonomian pascaperang. Namun selama paruh kedua abad ke-20, kebijakan ini jarang terpakai. Hal ini karena banyak wanita tidak mempergunakaanya dengan alasannya mempengaruhi etos kerja, mereka merasa bersalah saat harus meninggalkan pekerjaan.

3. Taiwan

Taiwan membuat kebijakan cuti haid pada tahun 2013. Berdasarkan peraturan amandemen, Taiwan memberikan kebebasan pekerja wanita untuk mendapatkan hak cuti haid selama 3 hari dalam setahun. Selain itu, di Taiwan pria dan wanita mendapatkan cuti sakit selama 30 hari per tahun. Sehingga pekerja wanita memiliki total cuti selama 33 hari.per tahun. Pekerjan wanita di Taiwan tetap mendapatkan gaji utuh walaupun ia mengambil cuti haid.

4. Korea Selatan

Korea Selatan menerapkan cuti haid pada tahun 2001. Awalnya, kebijakan ini mendapa banyak pertentangan karena banyak digunakan sebagai alasan untuk bolos kerja. Namun justru kebijakan ini ditentang oleh aktivis hak-hak pria karena menganggap sebagai bentuk diskriminasi. Menariknya, beberapa perusahaan di Korea Selatan malah memberikan upah bagi mereka yang tidak mengambil cuti haid. Sama seperti Taiwan, pekerja yang mengambil cuti haid di Korea Selatan tetap mendapatkan upah penuh. 

5. Tiongkok

Kebijaka cuti haid di Tiongkok baru ditetapkan di beberapa provinsi saja. Seperti di provinsi Anhui yang memberikan hak selama satu sampai dua hari bagi pekerja wanita untuk cuti dengan syarat harus melampirkan bukti dari instansi kesehatan yang legal atau rumah sakit setempat. Kebijakan ini juga berlaku di provinsi lainnya di Tiongkok seperti di provinsi Shanxi bagian utara dan Hubei bagian tengah.

6. India

Di India cuti haid baru berlaku dibeberapa perusahan saja. Contohnya perusahaan Culture Machine, yang berbasis di India mengumumkan akan memberikan cuti khusus untuk perempuan pada hari pertama haid. Tak hanya Culture Machine, di India sendiri ada banyak perusahaan yang mengadaptasi aturan khusus ini.Hal ini karena mereka paham akan situasi yang sering menimpa para wanita.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial