Stop Bully, Dukung Sesama Perempuan di Media Sosial

Facebook
Instagram
IMG-20180529-WA0004
Perempuan kerap melakukan kekerasan terhadap perempuan lain dalam bentuk psikologis? Sejak dulu terjadi di ruang publik seperti sekolah dan lingkungan bermain. Taktik intimidasi sosial seperti pengucilan, mengasingkan dan menyebar rumor, berbeda dengan laki-laki yang lebih suka melakukan bully secara fisik.
 
Lalu bagaimana dengan sekarang? Ternyata kekerasan masih terjadi, hanya saja kini ruangnya berbeda. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kini bentuk kekerasan tersebut banyak terjadi di media sosial.
 
Data Persatuan Bangsa-Bangsa memperkirakan, 95 persen perilaku agresif, pelecehan, penggunaan kata-kata kasar, merendahkan, dan eksploitasi foto menyasar perempuan. 
 
Dampak yang ditimbulkan dari adanya bully melalui media sosial bukanlah masalah sepele dan dapat memengaruhi kesehatan psikis seseorang, bahkan bisa berujung pada aksi bunuh diri.
 
Padahal, kita sebagai perempuan harus saling mendukung untuk terus maju, memiliki eksistensi dan berkarya sebaik mungkin. Empower woman adalah kuncinya; mendukung pemberdayaan perempuan di manapun berada. Jadi apa yang perlu kita terapkan di media sosial untuk mendukung teman-teman perempuan? Berikut beberapa caranya :
 
  •  Tidak main hakim sendiri. Setiap orang punya pilihan hidup masing-masing. Jangan sampai kita melukai seseorang hanya karena berbeda pilihan atau pandangan.
  • Biasakan melihat dari sisi positif, bukan negatif. Percayalah bahwa hidup ini lebih indah jika kita memaknai segala hal dari kacamata positif. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui mengapa seseorang memiliki pilihan atau pandangan hidup yang berbeda dari kita.
  • Stop nyinyir dan berbahasa lebih santun. Ada yang bilang kalau nyinyir tanda iri atau tak mampu. Semua yang didapatkan seseorang memang berasal dari usaha mereka sendiri. Kalau memang iri, maka seharusnya jangan menghabiskan waktu menulis kolom komentar saja kan?
 
Berikut adalah tips jika Anda atau teman Anda menjadi korban bully :
 
  • Dokumentasikan postingan yang mem-bully, bukan untuk disebarkan, tapi untuk alat bukti jika akan melaporkan ke penegak hukum.
  • Laporkan ke sistem pelaporan di media sosial. Kalau Anda tidak nyaman, silakan lakukan block atau mute. Bukan untuk memotong hak bicara si pem-bully, tapi Anda sebagai pemilik akun memiliki hak untuk bahagia berselancar di media sosial.
  • Ceritakan kepada orang terdekat, jangan disimpan sendiri karena dapat menimbulkan depresi. Lebih baik lagi jika bisa berbagi di komunitas-komunitas perempuan.
  • Jangan sampai kekerasan berbentuk bully membungkam Anda untuk bersuara, karena itulah yang para pem-bully inginkan. 
 
Mari bersatu mendukung perempuan-perempuan Indonesia untuk bebas dari tekanan bully di media sosial.
(berbagai sumber)
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial