Teknologi Baru untuk Melawan Eksploitasi Anak

Facebook
Instagram
pexels-photo-927629

Media sosial memberikan pengaruh yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak dan remaja yang menggunakannya. Baik itu positif maupun negatif. Oleh karena itu, Facebook meluncurkan teknologi baru untuk melawan ekploitasi anak. Dalam pernyataan tertulis, Facebook menyebutkan bahwa tanggung jawab terpenting adalah menjaga anak-anak tetap aman di Facebook.

“Facebook tidak menoleransi perilaku atau konten apa pun yang mengeksploitasi anak di dunia online dan kami mengembangkan program keselamatan dan sumber daya edukasi dengan lebih dari 400 organisasi di seluruh dunia untuk membantu menjadikan internet tempat yang lebih aman untuk anak-anak. Selama bertahun-tahun, pekerjaan kami telah mencakup penggunaan teknologi pencocokan foto untuk menghentikan orang agar tidak membagikan gambar eksploitasi anak yang diketahui, melaporkan pelanggaran kepada National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), mengharuskan anak berusia minimal 13 tahun untuk dapat menggunakan layanan kami, dan membatasi orang yang dapat berinteraksi dengan remaja setelah mendaftar,” jelas Antigone Davis, Global Head of Safety Facebook.

Facebook menghadirkan ke publik, pekerjaan yang telah dilakukan selama setahun untuk mengembangkan teknologi baru dalam melawan eksploitasi anak. Selain teknologi pencocokan foto, Facebook menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk secara proaktif mendeteksi ketelanjangan anak dan konten eksploitasi anak yang tidak diketahui sebelumnya ketika diunggah. Facebook menggunakan ini dan teknologi lainnya untuk mengidentifikasi konten ini dengan lebih cepat dan melaporkannya ke NCMEC, serta akun yang terlibat dalam potensi interaksi yang tidak sesuai dengan anak di Facebook sehingga dapat menghapusnya dan mencegah bahaya lain.

“Standar Komunitas kami melarang eksploitasi anak dan digunakan untuk mencegah potensi kekerasan, kami juga mengambil tindakan terhadap konten nonseksual, seperti anak yang terlihat ramah saat mandi. Dengan pendekatan komprehensif ini, dalam tiga bulan yang lalu saja, kami sudah menghapus 8,7 juta konten di Facebook yang melanggar kebijakan ketelanjangan anak dan eksploitasi seksual anak, 99 persen di antaranya dihapus sebelum seseorang melaporkannya. Kami juga menghapus akun yang mempromosikan jenis konten ini. Kami memiliki tim yang dilatih khusus dengan latar belakang penegakan hukum, keselamatan online, analitik, dan investigasi forensik, yang meninjau konten dan melaporkan temuan kepada NCMEC. Selanjutnya, NCMEC menyelidiki dan bekerja dengan badan penegakan hukum di seluruh dunia untuk membantu korban, dan kami membantu organisasi mengembangkan perangkat lunak baru untuk membantu memprioritaskan laporan yang dibagikan dengan penegakan hukum untuk dapat mengatasi kasus yang paling serius terlebih dahulu,” lanjut Antigone Davis.

Facebook juga berkolaborasi dengan pakar keselamatan, NGO, dan perusahaan lainnya untuk menghentikan dan mencegah eksploitasi seksual anak di semua teknologi online. “Misalnya, kami bekerja dengan Tech Coalition untuk memberantas eksploitasi anak di dunia online, Internet Watch Foundation, dan beberapa pemangku kepentingan WePROTECT Global Alliance untuk Mengakhiri Eksploitasi Anak di Dunia Online,” tambah Davis.

Facebook akan segera bergabung dengan Microsoft dan partner industri lainnya untuk mulai membuat alat untuk perusahaan yang lebih kecil guna mencegah orang dewasa mendekati anak-anak dalam konteks negatif di dunia online. Anda ingin mempelajari teknologi ini? Yuk klik facebook.com/safety.

Posted in ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial