Tiara Andini Prastika, Senang Bisa Mengalahkan Thailand

Facebook
Instagram
54633F8F-2263-47EA-B5A1-56EAC7281ABC

Srikandi olahraga Indonesia terus melaju dengan rangkaian prestasi yang luar biasa di Asian Games 2018. Setelah Defia Rosmaniar dan Lindswell Kwok, selanjutnya adalah Tiara Andini Prastika (22), pendulang emas ketiga untuk Indonesia di pertandingan balap sepeda gunung-downhill putri.

Tiara unggul jauh dengan selisih lebih dari 9 detik dengan dua peraih medali lainnya. Tiara Andini Prastika menjadi yang tercepat pada perlombaan downhill putri di Khe Bun dengan catatan waktu 2 menit 33,056 detik.

Atlet Thailand, Vipavee Deekaballes, meraih medali perunggu dengan selisih 9,598 detik.

Atlet Indonesia lainnya, Nining Porwaningsih, berada di posisi ketiga dan berhak meraih medali perunggu. Dia tertinggal 9,608 detik dari rekan senegaranya.

“Ini medali emas pertama saya dari Asian Games yang juga baru pertama kali saya ikuti. Ya, yang pasti seneng, enggak menyangka juga sih bisa juara,” kata Tiara.

Tidak hanya kebanggaan mendapatkan medali, ia pun merasa puas dan bangga bisa melawan ketakutan dirinya sesaat sebelum bertanding. Sebab, kata putri dari pasangan Maruto Heru Prabowo dan Dwi Heri Sucianti Kasmo ia merasa gugup saat bangun di hari pertandingannya. 

Dia bercerita bahwa bisa menangani ketakutannya setelah berada di venue balapan. “Saat itu saya visualisasi track balap dan dibuat santai saja. Adrenalin dinaikin emosi diturunin, Jadi jangan sampai emosi naik, nanti berantakan,” ujar Tiara.

“Saya senang bisa mengalahkan Thailand. Tapi, saya berharap ke depannya, mudah mudahan ada next event di luar saya bisa ketemu dia (atlet dari Thailand), dan saya bisa mengalahkan dia di luar Indonesia,” ucapnya bersemangat. 

Meraih medali emas di Asian Games 2018 sudah menjadi ambisi dari Tiara sejak tahun 2017 lalu. Dan akhirnya impian Tiara tercapai. 

Tiara Andini sendiri memulai karier sebagai atlet saat berusia 16 tahun. Atlet kelahiran 22 Maret 1996 itu menyukai pompaan adrenalin yang ia rasakan saat mengendarai sepeda menuruni bukit. Tiara Andini merupakan mahasiswi dari Universitas Negeri Semarang, alumnus SMAN 7 Semarang dan SMPN 13 Semarang.

Tiara mengawali karier profesionalnya saat masih berusia 16 tahun. Pada awalnya, ia aktif di cabang road-bike. Tapi kemudian Tiara memutuskan untuk fokus ke cabang downhill yang lebih memacu adrenalin. 

Meski masih baru, tapi Tiara sukses mengembangkan talenta dan minatnya. Di tahun 2012 dan 2013 ia berhasil menjuarai Kejurnas PB ISSI. Di sisi lain, dia juga menduduki peringkat ketiga Specialized Asia Pacific Downholl Challenge 2012 serta Asia Championship Downhill 2017. 

Saat mengikuti kejuaraan Asia 2017, Tiara sempat mengalami cedera di jari telunjuk tangan kanan. Cedera itu ternyata berimbas di tahun berikutnya, Tiara tidak bisa terlalu memaksa dirinya berlatih. 

Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Atlet yang masuk dalam peringkat ke-16 Union Cycliste International ini berhasil menyumbangkan emas ketiga untuk kontingen Indonesia dalam ajang balap sepeda downhill Asian Games 2018. 

PRESTASI TIARA ANDINI PRASTIKA

Medali Perunggu Specialized Asia Pacific Downholl Challenge 2012 

Medali Medali Emas Kejurnas PB ISSI 2013 

Medali Emas Porprov Jawa Tengah 2013 

Medali Perunggu Asia Championship Downhill 2017 dan 2018 

Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia 2017 

Peringkat ke-16 Union Cycliste International (federasi balap sepeda internasional) 

Medali Emas Asian Games 2018 

(berbagai sumber)

Foto : Instagram @tiara_andini_prastika

Posted in ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial