Transformasi Digital Microsoft untuk Pendidikan Indonesia

Facebook
Instagram
Foto 3

Microsoft Indonesia mengadakan seminar transformasi digital untuk dunia pendidikan di Indonesia, bertajuk ‘Bersama Membangun Edukasi Negeri’ yang diikuti oleh 300 Guru dan Pengajar dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas di Provinsi Jawa Barat. Seminar ini bertujuan untuk menyosialisasikan perkembangan transformasi digital, kisah guru inspiratif, dan pakar teknologi mengenai transformasi kelas modern, serta mengomunikasikan teknologi dan solusi yang mampu membantu proses belajar dan mengajar lebih inovatif dan dinamis. Perwakilan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, serta Persatuan Guru Republik Indonesia turut berpartisipasi dalam seminar ini.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu dari 10 prioritas nasional yang sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan Kementerian Perindustrian April lalu. Pada akhir 2017, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga mengemukakan visinya untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan aksesibilitas layanan pendidikan yang berkualitas di Jawa Barat dengan meluncurkan 7 (tujuh) program unggulan berbasis Teknologi, Informasi, dan Komunikasi, termasukJabar Smart dan Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Jarak jauh (Siajar). Hal ini menunjukkan komitmen dari pemerintah pusat dan juga provinsi Jawa Barat untuk benar-benar berinvestasi dalam pemajuan SDM melalui sektor pendidikan pada di Indonesia.

Seminar Transformasi Digital Dunia Pendidikan Indonesia ini juga membahas berbagai inovasi teknologi yang memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih efisien, inovatif dan dinamis, mengingat kesiapan pengajar yang memiliki kemampuan ideal dalam mengadopsi teknologi, informasi, dan komunikasi juga tak kalah penting. Sekolah dan Lembaga Pendidikan yang sudah menggunakan teknologi dapat mengurangi beban kerja administratif guru, sehingga guru dapat memusatkan waktu dan meningkatkan upaya pengajaran mereka dengan lebih efisien.

Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia menjelaskan: “Pada era digital, para guru juga diminta untuk dapat menyikapi perubahan dengan cerdas serta menjadi garda terdepan dalam penerapan teknologi. Mulai dari cara memperoleh dan merancang bahan ajar yang lebih menarik, kreatif, inovatif, dan yang terpenting adalah bagaimana proses pembelajaran mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman. Teknologi pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk membantu penyampaian berbagai elemen pembelajaran untuk para siswa dan membawa dampak bagi perkembangan siswa-siswi di Indonesia.”

Para ahli dan pakar yang turut memberikan materi dalam sesi diskusi panel memberi pemaparan mengenai kemajuan teknologi dan adopsinya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pada sesi panel yang sama, guru inovatif yang telah mengimplementasikan teknologi dalam keseharian proses belajar mengajar pun memberikan perspektifnya sebagai pengajar di kelas modern.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Hadadi, M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyampaikan: “Misi Pemerintah Jawa Barat adalah meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang Pendidikan berbasis TIK. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemerataan sebaran pendidik di Jawa Barat. Untuk itu, kami mengapresiasi inisiatif Microsoft yang sejalan dengan misi kami ini, sebagai proses pembelajaran bagi pada pendidik di Jawa Barat, yang kami harapkan dapat membawa dampak yang positif dan berkesinambungan bagi dunia Pendidikan di Indonesia. Ke depannya kami berharap bisa terus berkolaborasi dengan Microsoft untuk mencapai penerapan TIK yang maksimal bagi guru – guru Jawa Barat. Jawa Barat bisa menjadi juara dengan teknologi dan kolaborasi.”

Dalam seminar ini, Microsoft dan para mitra juga berbagi cara terbaik untuk mengintegrasikan teknologi Microsoft ke dalam ruang kelas mereka. Ada banyak sekolah di dunia yang telah secara cermat mengintegrasi berbagai solusi yang ditawarkan Microsoft seperti Windows, Office 365, OneNote, Skype dan lainnya untuk memungkinkan proses belajar dimana saja dan kapan saja antara siswa dan guru.

Di Indonesia, SMP Muhammadiyah 9, Jakarta dan Springfield School telah berhasil melakukan integrasi ini. Sukirno Sumardi, S.Ag, M.A. guru SMP Muhammadiyah 9 yang juga bergabung dalam diskusi panel, menjelaskan: “Kendala adaptasi teknologi memang kami alami diawal dan ini merupakan suatu bagian dari proses perubahan. Dengan berjalannya waktu, saya melihat bahwa guru–guru dengan latar belakang non-TI juga memiliki kapasitas ideal dalam mengadopsi teknologi di kelas modern. Saya melihat bahwa para siswa pun tidak akan merasa bosan apabila teknologi dimanfaatkan untuk menyampaikan materi dan hal ini tentunya mempermudah cara siswa belajar di kelas.”

Komitmen Microsoft untuk dunia pendidikan Indonesia telah berjalan cukup lama. Awal tahun lalu, Microsoft memperkenalkan program Microsoft Innovative Educator Experts 2017/2018 yang telah mencakup lebih dari 150.000 pendidik di seluruh dunia dan di tahun 2018 melibatkan 53 guru di Indonesia untuk menyelesaikan kursus online, berkontribusi untuk menyusun kurikulum, dan terhubung dengan pendidik lain di seluruh dunia.

Hasil studi Microsoft dan IDC pada Februari 2018 lalu menunjukkan bahwa 93% pekerjaan dalam tiga tahun ke depan akan mengalami transformasi digital dengan 68% pekerjaan akan dialihfungsikan dan dipertahankan namun memerlukan keterampilan baru. “Hasil studi ini sekaligus menekankan peran penting para pendidik sebagai tonggak pendorong literasi digital dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap memasuki dunia kerja, lebih produktif, dan berdaya saing. Aspek penguasaan teknologi menjadi kunci penentu daya saing Revolusi Industri 4.0. Misi kami adalah untuk memberdayakan setiap organisasi dan individual di dunia ini untuk mencapai lebih banyak hal, termasuk para pendidik dan peserta didik. Kami berharap inisiatif bersama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini bisa membantu mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dalam menghadapi era transformasi digital,” tutup Haris.

 

Posted in ,
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial