Tren Terbaru Wardah Fashion Journey

Facebook
Instagram
no-image

Jakarta – Mengangkat tema yang sesuai dengan trend make-up terbarunya yakni Wardah Sinar & Pijar, Wardah berkolaborasi dengan 4 desainer dan brand mode Indonesia, Barli Asmara Prêt-à-Porter, KAMI, DINIIRA, dan Khanaan. Ini merupakan panggung kolaborasi antara industri kosmetik dan mode yang akan mempersembahkan tren terkini untuk komunitas muslim Indonesia.

Menurut Elsa Maharani, Public Relation Wardah, kolaborasi  ini Wardah memberikan kebebasan kepada 4 desainer untuk berekspresi dan melahirkan sebuah koleksi busana muslim. Koleksi masing-masing desainer akan mengangkat inspirasi make-up Wardah yaitu; Barli Asmara Prêt-à-Porter X inspirasi make-up Denting Bersemi, KAMI X inspirasi make-up Emosi Murni, Khanaan X inspirasi make-up Percik Jiwa, dan DINIIRA X inspirasi make-up Semu Mimpi.

Kolaborasi Wardah Bersama 4 Desainer di Panggung MUFFEST 2018

  1. Barli Asmara – すばらしい (Subarashi)

Koleksi ‘Raya’ yang terinspirasi dari suasana hari raya (Idul fitri) yang suci, dengan para pribadi yang ingin terlihat menawan. Dengan perpaduan motif ‘shibori’ yang merupakan ciri khas negeri sakura, Shubarasi didesain untuk para pribadi-pribadi yang ingin terlihat cantik, menarik, dan menawan.

  1. DINIIRA – ALBA (Ready To Wear | Spring – Summer 2018)

Budaya dan sejarah selalu menarik perhatian dan menjadi sumber ide serta inspirasi, mulai dari landscape, folklore, hingga situs-situs bersejarah. Skotlandia, negara konstituen dari negara resmi Britania Raya merupakan salah satu yang memiliki beragam kekayaan budaya. Negara ini memiliki banyak kastil indah dengan struktur, interior serta kisah menarik yang tak jarang menjadi acuan para desainer dalam berkarya.

Skotlandia dengan warisan kebudayaan, kerajaannya menjadi inspirasi koleksi terbaru DINIIRA oleh Dini Pratiwi Ira. Koleksi ini menampilkan total 10 set busana diantaranya tunic, cape, dress with empire waist, mermaid dress, serta kemeja dan celana. Busana yang mempresentasikan keindahan istana Skotlandia ini hadir dalam palet warna hitam, broken white, hijau, pink, dan abu. Koleksi ini semakin glamor dan elegan dengan cutting baju yang struktural dan beberapa memiliki detil payet yang mewah. Menghadirkan koleksi yang diesksplorasi dari uniknya kebudayaan kerajaan, koleksi DINIIRA juga memiliki detil pada lengannya, seperti puff sleeves dan peasant sleeve.

  1. KAMI IDEA – MAALIA

Pertama kalinya tampil di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2018 KAMI mengangkat tema koleksi yang diberi nama MAALIA terisnpirasi dari kesegaran angin di awal musim semi. Menurut Nadya Karina, Creative Director and Co-Founder of KAMI, koleksi ini terinspirasi dari angin serta udara yang segar dan bersih yang muncul di awal musim semi. MAALIA menceritakan tentang awal musim semi dimana biasanya kita sudah mulai merasakan udara hangat, namun sebenarnya masih ada angin segar dari sisa musim dingin yang masih terasa. Dari angin inilah inspirasi untuk koleksi MAALIA ini muncul.

Inspirasi tersebut dituangkan ke dalam koleksi yang lebih didominasi oleh warna monokrom, memadukan warna putih dengan beragam material kain untuk menciptakan tekstur dan volume yang berbeda pada setiap koleksinya. Penggunaan material kain dengan bahan yang flowy (ringan) dan multi texture menjadikan ciri khas yang dapat menggambarkan kesan angin pada koleksi MAALIA ini.

Selain itu KAMI juga menambahkan detail payet (beads) yang menjadikan koleksi ini lebih mewah dan cantik. “Secara keseluruhan, pada koleksi MAALIA ini KAMI menampilkan koleksi dengan paduan bahan ringan dan jatuh, serta sedikit mengembang dan ber-volume namun tetap anggun dan mewah dengan detail payet yang dipasangkan pada material bahannya.

  1. Khanaan Shamlan – Koleksi Signature

Khanaan, brand fashion yang didirikan pada tahun 2009 dengan mengambil nama designer yaitu Khanaan Shamlan. Khanaan mengawali karir sebagai seorang designer setelah menamatkan study-nya di ESMOD pada tahun 2008 pada usia 18 tahun, setahun setelah tamat, Khanaan membuka butik pertamanya di Bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Khanaan lahir dan besar di kota Pekalongan, kita yang menjadi pusat industri batik tanah air, kedua orang tuanya merupakan pengrajin batik yang menjadikan Khanaan salah satu designer tanah air yang konsisten mengembangkan batik dalam setiap design-nya, dengan harapan Khanaan dapat membawa batik lebih diterima masyarakat luas, tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat internasional.

Pada MUFFEST 2018, Khanaan akan mempresentasikan koleksi Signature dengan mengambil inspirasi dari era colonia, dengan siluet petticot, layer dan look seperti era kolonial dengan menggunakan batik tulis motif kontemporer dengan warna earth tone dan detail embellishment 3D pada tiap looknya. Material yang akan digunakan seperti Thaisilk, Crepe Silk, Organza Silk, dan Abutai Silk. (Market+)

Posted in
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial